Lia Block akhirnya memecah telur di kancah American Rally Association (ARA) dengan kemenangan gemilang di Ojibwe Forests Rally. Pebalap muda berusia 19 tahun ini tampil dominan sejak awal hingga akhir, membuktikan diri sebagai calon kuat juara nasional AS musim ini.
Bagi Block, ini adalah balapan pertamanya di Minnesota, namun ia tampil tanpa cela. Ia memimpin sejak stage pertama dan tak pernah membiarkan rivalnya mendekat. Catatan waktunya di stage pembuka bahkan 16 detik lebih cepat dari siapa pun, sebuah pernyataan niat yang langsung menekan lawan-lawannya.
Seth Quintero dari Toyota sempat menjadi ancaman terdekat, tetapi ia terpaksa mundur di SS2 setelah keluar jalur dan merusak lengan kontrol mobilnya. Kehilangan saingan terberatnya justru membuat Block mengubah strategi. Ia tak perlu lagi memacu terlalu agresif, melainkan fokus menjaga konsistensi dan menghindari risiko.

"Stage pertama ya stage pertama," ujar Block. "Kami dengar Seth berhenti di stage dua, dan jelas strategi kami harus berubah. Itu perubahan besar untuk poin kejuaraan, kami harus finis. Kami harus membalap dengan risiko minimal, tapi di saat yang sama tetap memimpin reli. Itu hal yang cukup sulit, kamu bisa membuat kesalahan ketika mencoba untuk tidak membuat kesalahan!"
Strategi itu terbukti jitu. Block memenangkan delapan dari 14 stage sepanjang reli dua hari tersebut. Kemenangan ini membawanya unggul 21 poin atas Quintero di klasemen, dengan dua putaran tersisa. Namun, perhitungan matematis masih diperlukan karena sistem dropped scores.
"Derek [Dauncey, manajer tim] sudah menghitung, jika kami drop hasil terburuk kami di 100 Acre Wood, kami masih unggul sembilan poin," jelasnya. "Saya senang, jaraknya lebih nyaman dan tekanan saya berkurang. Ini event yang sangat bagus untuk saya. Saya belum pernah balapan di Ojibwe sebelumnya, tapi dengan Alex [Gelsomino] dan pengalaman Derek, kami berhasil melakukan semuanya dengan benar."
Kemenangan ini juga sedikit menebus kekecewaan di awal musim, ketika ia nyaris menang di Sno*Drift Rally namun gagal karena masalah sabuk penggerak. "Ya dan tidak," katanya. "Sulit memikirkan awal tahun dan di mana kami bisa sekarang. Tapi saya percaya semuanya terjadi karena sebuah alasan, dan saya harus bekerja lebih keras. Itu membuat kemenangan ini semakin berarti."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!