Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton memberikan isyarat kuat bahwa dirinya mungkin akan memperpanjang karier balapnya di ajang Formula 1 hingga dekade berikutnya. Ambisi besar pembalap asal Inggris ini tidak terlepas dari pengumuman resmi terkait kesepakatan kontrak selama 10 tahun untuk menggelar ajang Grand Prix Afrika di Rwanda yang dijadwalkan mulai bergulir pada awal tahun 2030 mendatang.
Berbicara dalam sesi konferensi pers jelang akhir pekan balap Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Austin, pembalap andalan tim Ferrari tersebut sempat melemparkan candaan bahwa kepastian kalender balap baru di benua Afrika telah memberikannya alasan kuat untuk terus membalap lebih lama lagi di level tertinggi motorsport.
"Saya sekarang terpaksa harus bertahan lebih lama karena kita akan memiliki balapan di Afrika dan itu sudah menjadi impian saya, bisa membalap di Afrika," ujar Hamilton saat memberikan keterangan kepada para awak media internasional di paddock.

Apabila balapan perdana di Rwanda benar-benar terlaksana sesuai estimasi paling awal pada tahun 2030, maka sang juara dunia yang kini telah menginjak usia 41 tahun tersebut akan berusia 45 tahun di atas grid. Bahkan, jika debut sirkuit tersebut mengalami sedikit pengunduran jadwal, ia harus sanggup membalap jauh hingga pertengahan usia empat puluhnya demi mewujudkan mimpi bersejarah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh bintang muda Kimi Antonelli yang tampil bersama. Pembalap masa depan asal Italia itu secara terbuka memberikan dukungan penuh agar sang senior mau bertahan setidaknya hingga gelaran perdana di Rwanda terlaksana. "Anda harus mengikuti setidaknya balapan pertama," ungkap pembalap muda berbakat tersebut kepada sang juara.
Kendati menunjukkan antusiasme yang begitu tinggi terhadap rencana ekspansi Formula 1 ke benua hitam, Hamilton tetap menegaskan bahwa faktor performa kompetitif dan kondisi fisik akan menjadi penentu utama dalam mengambil keputusan masa depannya. Konsistensi dalam meraih hasil positif di setiap akhir pekan balapan tetap menjadi prioritas utama sebelum memutuskan kontrak jangka panjang.
"Saya harus terus berjuang untuk menjaga kebugaran jika bisa, jika saya masih bisa memberikan hasil yang bagus selama tahun depan, kita akan terus melanjutkannya," imbuh pembalap yang mengawali debut karier gemilangnya di ajang Formula 1 sejak musim 2007 silam.
Perjuangan panjang mewujudkan Grand Prix Afrika ini ternyata telah dirintis Hamilton selama bertahun-tahun melalui berbagai pertemuan intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk diskusi langsung bersama petinggi Formula 1 Stefano Domenicali serta komunikasi aktif dengan sejumlah kepala negara di benua Afrika.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!