Liam Lawson mengakhiri sesi kualifikasi untuk Grand Prix Azerbaijan dengan perasaan campur aduk. Pembalap Selandia Baru itu harus puas start dari posisi ke-12 setelah gagal menembus Q3, padahal ia sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal sesi.
Kekecewaan Lawson semakin terasa karena ia sempat tampil impresif di sirkuit yang sama tahun lalu. Pada 2025, ia berhasil mengamankan posisi start ketiga dan finis di urutan kelima. Namun, akhir pekan ini ia kesulitan menemukan kecepatan sejak sesi latihan bebas. Ia hanya menempati posisi ke-18 di FP3, yang membuat tim harus bekerja ekstra keras sebelum kualifikasi.
“Kami benar-benar lambat akhir pekan ini,” ujar Lawson dengan nada frustrasi. “Kami membuat langkah maju untuk kualifikasi, itu bagus. Lap saya sangat bagus sampai tikungan 16. Tapi saya tidak mendapat slipstream. Saya mencoba mendekati Max, tapi out lap-nya terlalu cepat. Di akhir lap, dia sudah menjauh. Sangat menjengkelkan melihat delta waktu terus naik, dan Anda kehilangan semua waktu yang sudah susah payah didapat.”

Kendala utama Lawson adalah tidak adanya tow di trek lurus panjang Baku. Ia berusaha menempel di belakang Max Verstappen untuk memanfaatkan slipstream, tetapi kecepatan out lap juara dunia itu membuatnya tidak bisa menempel cukup dekat. Akibatnya, ia kehilangan waktu berharga di sektor-sektor cepat dan harus puas gagal ke Q3.
Kepala Teknis Racing Bulls, Tim Goss, mengakui bahwa timnya kesulitan mengembalikan performa mobil ke jendela optimal. “Akhir pekan yang menantang bagi kami di latihan dan kualifikasi. Kami jelas kehilangan daya saing yang biasa kami miliki,” kata Goss. “Di sirkuit ini, pembalap butuh mobil yang bisa dipercaya di zona pengereman keras dan tikungan 90 derajat yang ketat. Kami senang telah membuat kemajuan, tetapi masih ada yang perlu dipahami untuk membawa paket kembali ke performa biasanya.”
Hasil ini semakin pahit karena kedua pembalap Alpine berhasil menembus Q3. Pierre Gasly mengamankan posisi ketujuh, sementara Franco Colapinto mengejutkan dengan posisi kesepuluh. Kedua mobil Alpine akan start di depan Lawson, menambah tekanan dalam perebutan posisi kelima di klasemen konstruktor antara Racing Bulls dan Alpine.
Rekan setim Lawson, Arvid Lindblad, juga mengalami sesi kualifikasi yang sulit. Ia hanya finis di posisi ke-15 setelah akhir pekan yang penuh drama, termasuk kecelakaan di FP2. Sementara itu, ada kabar baik dari kubu Red Bull lainnya: Isack Hadjar yang kembali setelah absen tiga balapan karena cedera pergelangan tangan, langsung tampil impresif dengan menempati posisi keempat di kualifikasi.
Di barisan terdepan, George Russell mendominasi kualifikasi dengan meraih pole position. Ia mencatatkan waktu 1 menit 42,526 detik, unggul 0,837 detik dari Charles Leclerc. Sementara itu, sesi kualifikasi juga diwarnai insiden kecelakaan yang menimpa Andrea Kimi Antonelli, yang harus mengakhiri sesi lebih awal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!