Fabio Quartararo melontarkan kritik tajam terhadap standar keselamatan Pertamina Mandalika International Circuit menyusul insiden kecelakaan kecepatan tinggi yang dialaminya pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Indonesia. Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP tersebut mengalami insiden hebat ketika tergelincir dari motornya, namun justru mengalami benturan keras akibat struktur area run-off yang dinilai bermasalah. Meskipun mampu bangkit dan melanjutkan agenda balap, insiden ini kembali membuka perdebatan serius mengenai aspek keselamatan lintasan.
Sesi pembuka akhir pekan balap tersebut awalnya berjalan normal sebelum Quartararo kehilangan kendali di tikungan krusial. Saat meluncur ke area gravel, motor dan tubuhnya tidak sekadar melambat, melainkan terlempar ke udara akibat perbedaan kontur yang ekstrem. Pembalap asal Prancis itu menggambarkan situasi tersebut bagaikan berada di dalam mesin cuci yang berputar kencang, melakukan beberapa kali jungkir balik sebelum akhirnya berhenti di pembatas lintasan.
"Saya telah beruntung. Sisi kiri tubuh saya terasa cukup sakit, tetapi untungnya tidak ada yang patah. Kecelakaan itu sendiri sebenarnya tidak terlalu parah. Masalah terbesar muncul ketika saya masuk ke area kerikil. Ada perbedaan ketinggian yang terlalu besar di titik tersebut. Sesuatu harus benar-benar diubah di sana," ujar Quartararo usai sesi lintasan rampung.

Peraih gelar juara dunia kelas premier ini juga menarik garis paralel dengan insiden parah yang menimpa Marc Marquez pada edisi sebelumnya di sirkuit yang sama. Mengingat dampak besar dari kecelakaan tahun lalu yang memaksa pembalap Spanyol tersebut harus menjalani proses pemulihan panjang, Quartararo menegaskan bahwa karakter fisik run-off di Mandalika menyimpan potensi bahaya laten bagi keselamatan para peserta balap grand prix.
"Kejadian itu mirip dengan apa yang dialami Marc tahun lalu, dan kita semua tahu cedera bahu parah apa yang dia dapatkan saat itu. Jika dia jatuh di tempat lain, dia mungkin akan keluar tanpa masalah. Hari ini saya beruntung kejatuhan saya tidak terlalu spektakuler, namun begitu Anda masuk ke kerikil di sini, situasinya menjadi berbahaya. Mereka benar-benar harus mengubah sesuatu di titik itu," imbuhnya menegaskan.
Terlepas dari insiden menegangkan di pagi hari, performa teknis Yamaha di atas lintasan Mandalika menunjukkan progres positif yang cukup menjanjikan. Quartararo langsung kembali ke garasi, memulihkan diri, dan berhasil mengamankan tiket otomatis ke sesi kualifikasi Q2 pada sesi latihan sore harinya, membuktikan bahwa daya saing motor YZR-M1 mengalami peningkatan signifikan dibanding musim kompetisi sebelumnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!