Lewis Hamilton harus mendapatkan perawatan darurat dari tim medis FIA akibat merasa tidak enak badan usai merampungkan balapan Formula 1 Grand Prix Singapura yang melelahkan. Kondisi fisik juara dunia tersebut langsung menjadi sorotan utama di paddock setelah ia terpaksa mangkir dari kewajiban media pascalomba demi pemulihan.
Pihak Scuderia Ferrari mengonfirmasi bahwa sang pembalap andalan mereka harus diperiksa langsung oleh dokter Federation Internationale de l'Automobile setelah melintasi garis finis di bawah cuaca yang ekstrem. "Setelah balapan, Lewis merasa kurang enak badan dan telah diperiksa oleh tim medis FIA," demikian pernyataan resmi dari tim asal Maranello tersebut kepada awak media termasuk Crash.net. Mereka juga menambahkan, "Ia telah diberikan izin oleh FIA untuk tidak menghadiri sesi wawancara media pascalomba."
Sirkuit Marina Bay memang dikenal sebagai salah satu lintasan paling menguras tenaga dalam kalender balap jet darat berkat tingkat kelembapan serta temperatur udara yang sangat tinggi. Panitia bahkan sempat mendeklarasikan balapan akhir pekan ini sebagai kategori 'heat hazard' atau ancaman panas ekstrem. Mengingat catatan sejarahnya, insiden kelelahan ini menandai kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir sang bintang asal Inggris mengalami gangguan kesehatan parah selepas melakoni seri Asia Tenggara tersebut.

Situasi fisik yang memburuk ini semakin mempertegas akhir pekan yang berjalan buruk bagi sang pembalap bernomor 44 tersebut. Keputusan strategi pemilihan kompon ban yang keliru membuatnya gagal mempertahankan posisi start baris terdepan, hingga akhirnya harus puas finis di posisi keenam. Padahal, rekan setimnya yaitu Charles Leclerc sukses mengamankan podium kedua di belakang pemenang balapan Max Verstappen yang tampil dominan sepanjang perlombaan.
Selepas perlombaan, pebalap senior berpengalaman ini secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota skuad Kuda Jingkrak karena merasa telah mengecewakan strategi tim akibat pilihannya sendiri untuk menolak masuk pit saat periode Virtual Safety Car. Beban kerja ban medium dan soft yang dipaksakan menempuh stint panjang terbukti menjadi bumerang telak bagi performa akhir mobilnya. Kini, fokus utama tim beralih pada pemulihan total sang pembalap agar bisa kembali bugar menghadapi seri balapan berikutnya di kalender Formula 1 musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!