Eksperimen radikal yang dilakukan oleh kubu Mercedes pada sesi kualifikasi sprint Grand Prix Singapura akhir pekan ini langsung membuahkan hasil investigasi yang krusial. Keputusan untuk membagi spesifikasi komponen di antara kedua pembalap mereka justru membuka tabir mengenai kelemahan mendasar dari paket pengembangan terbaru yang dibawa oleh pabrikan asal Brackley tersebut. Perbedaan performa yang kontras di lintasan jalan raya Marina Bay membuktikan bahwa spesifikasi lama masih memegang kendali atas kecepatan murni.
George Russell sukses mengamankan posisi start kedua yang impresif untuk balapan sprint menggunakan mobil Mercedes bergesifikasi lama. Catatan waktunya bahkan terpaut sangat jauh, yakni 0,573 detik lebih cepat dibanding rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang mengemudikan mobil dengan paket upgrade terbaru yang baru saja didebutkan tim pada balapan pekan sebelumnya di Malaysia. Perpecahan spesifikasi ini sengaja dipilih oleh tim untuk mencari jawaban instan atas performa memble mereka di Bahrain.
Eksperimen internal hari pertama ini langsung memberikan kejelasan bahwa terdapat perbedaan karakteristik fundamental di antara kedua mobil tersebut. Secara khusus, paket upgrade terbaru di tangan Antonelli menunjukkan rentang keseimbangan yang sangat sempit. Karakteristik ini membuat mobil bertransisi terlalu cepat antara gejala understeer dan oversteer, sehingga sang pembalap muda kesulitan untuk membangun kepercayaan diri penuh saat harus mengerem keras di tikungan-tikungan teknis.

Lebih lanjut, karakteristik pelik tersebut memicu ban mengalami gesekan berlebih yang jauh dari kata ideal, yang pada akhirnya memberikan dampak destruktif secara langsung pada catatan waktu kualifikasi. Meskipun sifat dasar dari komponen baru ini kini sudah terang-terangan terlihat, manajemen Silver Arrows masih dibuat pusing karena belum sepenuhnya memahami akar permasalahan tersebut, termasuk apakah hal itu berkaitan dengan rentang pengaturan setup yang terlalu sempit atau kegagalan tim memaksimalkan potensi komponen.
Direktur Teknik Trek Mercedes, Andrew Shovlin, mengakui bahwa sesi kualifikasi sprint ini menyisakan banyak PR besar bagi para insinyur di garasi. Dilansir dari The-Race, ia menyatakan bahwa situasi ini membuat tim harus berpikir keras untuk memahami mengapa pembaruan tersebut tidak mendatangkan lonjakan performa yang diharapkan. "Neither car had a great balance, although Kimi was lacking more confidence on the braking and entry phase, and that's what you need to attack a qualifying lap here," ujar Shovlin menyoroti kendala anak asuhnya.
Kepala Tim Toto Wolff juga menegaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin ketimbang sekadar mengejar hasil instan di sisa akhir pekan Singapura. Wolff menyebut mobil versi baru terasa jauh lebih rumit untuk dikendalikan, meskipun ia tidak menutup kemungkinan bahwa komponen tersebut sebenarnya menyimpan potensi kecepatan yang belum sepenuhnya mampu mereka jinakkan demi menyongsong regulasi masa depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!