Jamie Chadwick akhirnya merasakan atmosfer kursi tunggal Formula 1. Pembalap asal Inggris berusia 28 tahun itu menjalani tes perdananya bersama Williams di Sirkuit Portimao, mengendarai mobil challenger musim 2025 dalam sesi Testing of Previous Cars (TPC) yang diatur FIA. Ia menyelesaikan 32 lap dan langsung memberi kesan mendalam.
“Sangat sureal. Semuanya berjalan terlalu cepat, jujur,” ujar Chadwick kepada Sky Sports F1. “Sehari atau setengah hari yang berlalu begitu saja, tapi saya sangat senang, karena Anda memimpikan hal-hal seperti ini, dan Anda memimpikan hari-hari seperti ini. Seringkali dengan hal seperti itu, Anda tidak pernah tahu bagaimana perasaan Anda di hari itu, atau bagaimana jadinya, dan kenyataannya sesuai ekspektasi saya sepuluh kali lipat.”
Chadwick, yang menjabat sebagai duta Williams, menjadi wanita pertama dalam lebih dari satu dekade yang menguji mobil F1 tim Grove. Terakhir kali seorang wanita menguji mobil Williams adalah Susie Wolff, yang kini menjabat sebagai managing director F1 Academy, sekitar 11 tahun lalu. “Saya menyebutnya di fitur, tapi saya benar-benar ingat hari ketika Susie melakukan tesnya,” lanjut Chadwick. “Terasa cukup sureal, 11 tahun kemudian, bisa masuk ke dalam mobil seperti itu, dan memiliki hak istimewa untuk mengendarainya. Jadi, sangat berterima kasih kepada semua yang terlibat.”

Pengalaman ini tidak hanya menjadi momen pribadi, tetapi juga memperkaya perspektif Chadwick terhadap olahraga ini. “Sekarang apresiasi saya untuk olahraga ini, dan khususnya Formula 1, telah melonjak tinggi. Mobilnya luar biasa. Sirkuitnya juga luar biasa. Saya sangat, sangat berterima kasih kepada Williams atas kesempatan ini,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pembalap wanita memang mulai diberi ruang untuk menguji mesin F1 generasi modern. Doriane Pin, juara F1 Academy 2025, sempat mengendarai Mercedes W12 di Silverstone pada April 2026, sementara duta Aston Martin, Jessica Hawkins, menguji mobil tim Silverstone tahun 2021 pada 2023. Kehadiran mereka memperlihatkan upaya bertahap untuk membuka akses lebih luas bagi talenta wanita di lintasan tertinggi.
Bagi Williams, kesempatan ini juga menjadi bagian dari program pengembangan dan promosi yang melibatkan Williams Racing dalam mendukung karir pembalap wanita. Meski tes TPC bukan ajang kompetitif, sesi seperti ini krusial untuk membangun jam terbang, memahami karakter mobil F1, serta memberikan data berharga bagi tim.
Chadwick sendiri dikenal sebagai pembalap yang kompetitif di berbagai ajang, termasuk W Series, dan kini aktif di F1 Academy. Pengalaman di Portimao diharapkan semakin mempertajam kemampuannya, terutama dalam menghadapi mobil dengan downforce dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan kategori yang biasa ia jalani.
Dengan 32 lap yang terlewati, Chadwick menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar formalitas. Ia pulang membawa pelajaran berharga dan semangat baru, sekaligus menambah daftar pembalap wanita yang pernah mencicipi kerasnya mobil F1. Bagi para penggemar, ini adalah sinyal bahwa pintu menuju kursi tunggal tercepat di dunia semakin terbuka, meski perjalanan masih panjang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!