Isack Hadjar melontarkan klaim mengejutkan usai seri balapan Formula 1 Grand Prix Singapura, menyebut bahwa Ferrari sebenarnya memiliki paket mobil tercepat di grid meskipun Max Verstappen sukses keluar sebagai pemenang dominan di Marina Bay.
Akhir pekan di Singapura menyuguhkan kontras yang sangat tajam bagi garasi Red Bull. Di satu sisi, Verstappen melenggang mulus tanpa hambatan berarti untuk mengamankan kemenangan beruntun yang menegaskan kebangkitan performa mereka setelah sempat kesulitan pada paruh pertama musim ini.
Namun, situasi berkebalikan dialami oleh sang pembalap muda asal Prancis. Perjuangan Hadjar dihantam berbagai kendala mulai dari kegagalan finis di sesi sprint hingga keharusan memulai balapan utama hari Minggu dari jalur pit lane, meski ia sempat menunjukkan performa gigih dengan merangsek naik finis di posisi kesepuluh.

Rangkaian kesialan tersebut membuat frustrasi sang debutan meluap di hadapan awak media. Usai sesi kualifikasi, ia bahkan sempat melontarkan komentar bernada kekecewaan mendalam bahwa dirinya merasa kehadirannya di trek nyaris tidak ada artinya jika dibandingkan dengan apa yang ia lalui sepanjang akhir pekan.
Komentar tersebut secara tidak langsung menyoroti karakter RB21 yang terkenal sulit dijinakkan, kontras dengan Verstappen yang tampak sangat nyaman mengendalikan jalannya lomba dari awal hingga akhir balapan tanpa ancaman berarti dari para rival terdekatnya.
Kendati demikian, dalam pandangan teknis Hadjar, kecepatan dominan Red Bull tidak serta-merta menjadikan mobil mereka sebagai yang terbaik di atas lintasan. Dilansir dari Motorsport Week, ia meyakini bahwa Scuderia Ferrari justru memegang kendali kecepatan murni di Singapura.
"Karena saya pikir mobil ini masih sangat sulit dikendarai. Di Malaysia memang dominan, tetapi saya tidak berpikir itu adalah mobil tercepat di Singapura. Itulah yang saya yakini," ungkap Hadjar kepada para jurnalis.
Lebih lanjut, ia memberikan perbandingan ekstrem mengenai potensi performa jika terjadi pertukaran kursi di antara para pembalap papan atas. Ia menilai keunggulan yang dimiliki rival-rival mereka cukup signifikan jika berada di tangan pembalap yang tepat.
"Saya pikir jika Anda menempatkan Max di dalam Ferrari, dia akan memenangkan balapan dengan margin yang lebih jauh lagi. Jadi itu opini saya," imbuhnya ketika ditanya mengenai peta kekuatan kompetitif saat ini.
Ketika didesak lebih jauh apakah skuad Maranello kini memegang takhta tertinggi dalam hierarki persaingan menjelang seri Grand Prix Amerika Serikat di Austin, ia tetap berpegang pada analisis performa akhir pekan lalu di Asia.
"Di Singapura, saya pikir itu adalah mobil tercepat," tegasnya mengakhiri rangkaian evaluasi internal tim.
Kini, seluruh perhatian paddock F1 tertuju pada rangkaian balapan triple-header berikutnya di Amerika Serikat. Waktu yang akan menjawab apakah Red Bull mampu mempertahankan momentum kemenangan mereka atau justru kekuatan rival-rival utama yang akan mengambil alih panggung.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!