Iker Lecuona secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa sedih sekaligus kecewa melihat kepergian rival tangguhnya ke pentas Grand Prix musim depan. Meskipun harus mengakui dominasi mutlak sang juara dunia di lintasan, pembalap asal Spanyol tersebut justru menginginkan persaingan yang lebih ketat dapat terus berlanjut di ajang WorldSBK tahun 2026.
Keputusan Nicolo Bulega untuk meninggalkan kejuaraan dunia Superbike demi bergabung dengan skuad VR46 di MotoGP memang telah menjadi sorotan utama paddock. Sepanjang musim ini, pembalap pabrikan Ducati tersebut sukses mencatatkan rekor luar biasa dengan menyapu bersih 32 kemenangan dari total 36 balapan, termasuk catatan hat-trick impresif pada seri pamungkas di Sirkuit Jerez.
Menanggapi hengkangnya sang rival utama, Lecuona yang mampu mengamankan empat kemenangan musim ini di Donington Park dan Cremona menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk terus bertarung melawan pembalap terbaik. Dalam wawancaranya kepada WorldSBK.com, ia menegaskan secara jujur bahwa dirinya tidak merasa senang dengan kepindahan tersebut karena Bulega telah memberikan dorongan mental dan fisik yang luar biasa sepanjang musim.

"Jujur, tidak. Di satu sisi mungkin iya, tetapi jika seseorang lebih baik darimu maka saya ingin tetap balapan dengannya," ujar Lecuona mengenai kepergian rivalnya itu. Ia juga menambahkan, "Saya merasa sedih karena dia pergi karena dia telah mendorong saya begitu keras. Saya turut bahagia untuknya, seperti yang sudah saya katakan berkali-kali. Dia menjalani musim yang luar biasa."
Hubungan profesional di antara kedua pembalap ini diakui Lecuona terjalin cukup baik meskipun mereka bukan sahabat dekat di luar sirkuit. Pertarungan sengit yang selalu tersaji di atas lintasan digambarkan sebagai duel yang agresif namun tetap berada dalam batasan aman tanpa harus berakhir di area gravel.
Sementara itu, tantangan baru sudah menanti Lecuona di garasi Aruba.it Ducati pada musim mendatang, di mana ia harus bersiap menghadapi kedatangan Franco Morbidelli yang dipersiapkan untuk menggantikan posisi Bulega. Penutup musim di Jerez sendiri sempat diwarnai oleh perjuangan keras Lecuona untuk bangkit dari hasil sulit hari Sabtu, di mana ia sempat tertinggal di Race 1 sebelum akhirnya melakukan perbaikan signifikan pada setelan motor dan gaya balapnya di sesi berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!