SPONSORED

Herta Tetap Incar F1 2028 Meski Musim F2 Penuh Teka-teki

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Herta Tetap Incar F1 2028 Meski Musim F2 Penuh Teka-teki
TO NEWS OVERVIEW
Herta Tetap Incar F1 2028 Meski Musim F2 Penuh Teka-teki

Colton Herta tidak pernah membayangkan musim perdananya di Formula 2 akan seberat ini. Pembalap Amerika itu datang ke Eropa dengan reputasi mentereng dari IndyCar, tetapi delapan belas balapan kemudian, ia masih terjebak di peringkat 19 klasemen dengan koleksi 26 poin. Hasil terbaiknya? Posisi kelima di sprint race Barcelona, yang ia raih dari start ketiga di grid terbalik. Sungguh ironis mengingat ambisinya menembus F1 bersama Cadillac pada 2028.

Herta sadar bahwa F2 adalah medan yang kejam bagi rookie, terlebih karena ia melewati F3 dan harus langsung beradaptasi dengan ban Pirelli. Namun, ia tak menyangka akan kesulitan sebesar ini. "Tidak ada yang spesifik, semuanya terasa sulit. Sayangnya, tidak ada banyak hal positif di mana pun. Entah kenapa, tidak ada pace, dan tidak ada yang berubah," ujarnya kepada Autosport. "Membingungkan kenapa kami tidak bisa menjalani akhir pekan yang solid dari awal hingga akhir. Sungguh tidak masuk akal bisa kualifikasi tiga detik di belakang di sini [Baku]."

Analisis Herta memang beralasan. Ia tampil menjanjikan di tes pramusim Barcelona dengan catatan waktu tercepat ke-11, hanya terpaut 0,574 detik dari Rafael Camara, sesama rookie dan juara F3. Namun sejak itu, performanya justru menurun. Dalam lima ronde pertama, ia rata-rata kualifikasi di posisi ke-14 dengan defisit 0,848 detik. Delapan sesi kualifikasi berikutnya, posisinya merosot ke rata-rata ke-18 dengan selisih 1,088 detik. Puncaknya di Baku, ia tertinggal 2,484 detik di Q1 dan 3,091 detik di Q2. Kecelakaan juga mulai sering menghampiri, dengan tiga insiden di Monza dan Madrid.

Colton Herta Masih Yakin Bisa ke F1 pada 2028
Baca JugaColton Herta Masih Yakin Bisa ke F1 pada 2028

Meski demikian, Herta menolak menyerah. "Ini menjengkelkan, tapi yang bisa kami lakukan hanyalah terus mencoba," tegasnya. "Saya tidak tahu apakah ini balapan terakhir musim ini atau masih ada lagi, tapi kami akan terus bekerja seolah masih ada dua balapan tersisa. Saya akan berusaha maksimal." Pernyataan ini menunjukkan mentalitas juara yang tak ingin tenggelam dalam keterpurukan.

ADVERTISEMENT

Di balik kesulitannya, Herta tetap optimistis bisa mencapai F1 pada 2028. Ia percaya bahwa pengalaman di F2, seberat apa pun, akan menjadi bekal berharga. "Saya mungkin lebih tua, tapi soal kecepatan, pembalap di sini sama cepatnya dengan siapa pun," akunya. "Akan bodoh jika saya duduk di sini dan berpikir akan langsung kompetitif dan siap menang di balapan pertama." Kesadaran diri ini justru menunjukkan kedewasaan sebagai pembalap.

Cadillac, yang menaungi Herta, tampaknya masih memberikan kepercayaan penuh. Proyek F1 mereka untuk 2028 membutuhkan pembalap dengan kombinasi kecepatan dan pengalaman, dan Herta memenuhi kriteria itu. Namun, ia harus segera menemukan solusi atas pace yang hilang. Tim Hitech juga perlu bekerja keras untuk memberikan paket yang lebih kompetitif. Jika tidak, musim 2026 bisa menjadi batu sandungan besar dalam kariernya.

Formula 2 memang dikenal sebagai ajang yang sulit diprediksi. Banyak pembalap top gagal bersinar di sini, tetapi kemudian sukses di tempat lain. Herta memiliki bakat alami dan dukungan tim yang solid. Yang ia butuhkan sekarang adalah sedikit keberuntungan dan terobosan teknis. Kita tunggu saja apakah ia bisa bangkit di sisa musim ini dan mewujudkan mimpinya ke F1.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU