SPONSORED

Helmut Marko Bongkar Kebohongan Christian Horner Soal Max Verstappen

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Helmut Marko Bongkar Kebohongan Christian Horner Soal Max Verstappen
TO NEWS OVERVIEW
A bitter feud has emerged between Christian Horner and Helmut Marko

Ketegangan di balik layar Formula 1 kembali memanas setelah Helmut Marko dengan tegas membantah klaim kontroversial yang dilontarkan oleh mantan Prinsipal Tim Red Bull Racing, Christian Horner. Dalam otobiografi terbarunya yang bertajuk Drive, Horner menuduh bahwa Marko awalnya tidak menginginkan Max Verstappen berada di dalam tim, dan menyebut ayah sang pembalap, Jos Verstappen, harus berjuang keras demi mewujudkan kontrak tersebut. Pernyataan mengejutkan ini langsung memicu reaksi keras dari kubu Marko yang memilih untuk tidak tinggal diam menghadapi narasi keliru tersebut.

Menanggapi klaim tersebut kepada outlet media Austria OE24, penasihat senior asal Austria yang meninggalkan Red Bull pada akhir 2025 itu menyatakan sikap acuh tak acuhnya. Saya mengabaikannya sebisa mungkin. Ralf Schumacher menangani masalah ini dengan sangat baik, ujar Marko merujuk pada pembelaan dari mantan pembalap F1 yang menyebut klaim Horner sebagai sebuah kebohongan mutlak dalam siniar Backstage Boxengasse. Dalam episode tersebut, ditekankan bahwa Marko justru sudah mendekati Verstappen sejak usia sebelas tahun, jauh sebelum spekulasi kontrak ini dimulai oleh pihak lain.

Lebih lanjut, Marko menceritakan kembali bagaimana perjalanan karier sang juara dunia bermula dan bagaimana hubungan profesional mereka sempat terjalin erat di ajang pembinaan usia muda. Marko menjelaskan bahwa meskipun sempat ada penolakan awal karena faktor usia, takdir mempertemukan mereka kembali di ajang Formula 3 hingga akhirnya melahirkan salah satu kisah sukses paling fenomenal dalam sejarah ajang balap jet darat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan tersebut berjalan organik dan sama sekali tidak seperti apa yang digambarkan oleh Horner dalam buku otobiografinya.

Formula 1 Menuju Afrika: Ruanda Siap Gelar GP Tahun 2030
Baca JugaFormula 1 Menuju Afrika: Ruanda Siap Gelar GP Tahun 2030

Tidak hanya membantah tuduhan awal, Marko bahkan berbalik melontarkan kritik tajam terhadap sikap Horner di masa lalu terkait keputusan promosi Verstappen ke tim utama Red Bull pada musim 2016. Dilansir dari Crash.net, Marko mengungkapkan bahwa Horner justru sempat meragukan kapabilitas Verstappen yang dianggap terlalu muda dan minim pengalaman menjelang debutnya di Barcelona. Namun, sejarah membuktikan keputusan Marko terbukti tepat ketika Verstappen secara sensasional langsung merengkuh kemenangan perdana di Grand Prix Spanyol 2016 dan mencatatkan namanya sebagai pemenang termuda dalam sejarah F1.

ADVERTISEMENT

Hubungan antara Marko dan Horner sendiri memang telah diketahui publik mengalami kemunduran drastis pasca wafatnya pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz. Perebutan pengaruh internal di garasi Milton Keynes berujung pada lengsernya Horner dari kursi kepemimpinan menyusul dinamika kekuasaan yang terjadi setelah Grand Prix Inggris 2025. Konflik narasi lewat buku memoar ini menjadi babak baru yang memperlihatkan betapa rumitnya intrik politik di balik dominasi skuad energi tersebut dalam satu dekade terakhir.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU