SPONSORED

Hamilton Ungkap Alasan Gagal Pole GP Singapura 2026

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Hamilton Ungkap Alasan Gagal Pole GP Singapura 2026
TO NEWS OVERVIEW
Hamilton Ungkap Alasan Gagal Pole GP Singapura 2026

Lewis Hamilton harus puas mengamankan posisi start ketiga pada sesi kualifikasi Grand Prix Singapura setelah gagal mencetak catatan waktu bersih di fase penentu Q3. Pembalap veteran asal Inggris tersebut sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan sepanjang sesi awal, bahkan menjadi salah satu kandidat terkuat peraih pole position usai tampil impresif pada Q2.

Namun, perubahan setelan mikro pada mobil Ferrari miliknya justru berbalik menjadi bumerang ketika tekanan meningkat di Q3. Alih-alih mendapatkan ekstra kecepatan, penyesuaian sudut sayap depan dan bias rem membuat karakter kendali menjadi sangat sensitif dan sulit dikendalikan secara maksimal pada detik-detik krusial perebutan posisi terdepan.

“La macchina andava bene: il mio team, gli ingegneri e i meccanici hanno fatto un lavoro fantastico tra una sessione e l'altra. La vettura era fantastica in Q1 e Q2, ma pensavo di aver ancora qualcosa da estracre, e l'unico modo per tirarla fuori era aumentare l'ala anteriore. Credo pero di averla portata al limite, e la macchina e diventata nervosa. Nessuno dei giri in Q3 e stato buono, quindi, onestamente, sono grato di essere terzo,” ujar Hamilton menguraikan dinamika kualifikasinya.

Insiden Norris dan Piastri di GP Singapura 2026: Stella Murka
Baca JugaInsiden Norris dan Piastri di GP Singapura 2026: Stella Murka

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa margin jendela performa mobil Formula 1 saat ini sangat tipis bagi para insinyur di garasi. Perubahan sekecil satu klik pada sayap depan berdampak masif pada kestabilan aerodinamika, yang langsung dirasakan melalui hilangnya catatan waktu berharga terutama pada sektor ketiga sirkuit jalan raya Marina Bay.

ADVERTISEMENT

“Penso che con la nostra vettura abbia un confine sottilissimo tra il superamento del limite e il non raggiungimento del limite. Trovare quel punto di equilibrio e davvero molto difficile. Abbiamo fatto due piccolissimi cambiamenti nel Q3, uno sul bilanciamento di frenata e un clic all'ala anteriore: la macchina invece e stata enormemente diversa. Questo dimostra che siamo veloci quando abbiamo il bilanciamento giusto. Quando invece non azzecchiamo il bilanciamento, quei dettagli ti vanno a cambiare tutto,” tambahnya.

Hasil P3 ini tetap menempatkan skuad Kuda Jingkrak dalam posisi strategis untuk menghadapi jalannya balapan utama akhir pekan ini. Tantangan berat kini menanti di depan, terutama karena rival terdekatnya, Max Verstappen, akan memulai lomba dari posisi terdepan setelah tampil tanpa cela di sesi kualifikasi.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU