Kegembiraan menyelimuti paddock Formula 1 ketika hujan deras mengguyur lintasan jelang balapan 56 putaran akhir pekan lalu. Kondisi trek yang basah kuyup langsung memicu ekspektasi tinggi, terutama bagi para pecinta kecepatan yang menantikan pertarungan sengit antara dua juara dunia di atas aspal licin.
Di tengah kondisi menantang tersebut, Lewis Hamilton mengaku sangat antusias menyambut potensi duel ketat melawan rival utamanya. Mengingat rekam jejak luar biasa kedua pembalap dalam menaklukkan trek basah, bentrokan roda ke roda di lintasan tampak menjanjikan tontonan kelas dunia bagi para penonton setia.
Namun, harapan tersebut harus pupus setelah Federasi Automobil Internasional (FIA) mengambil langkah intervensi. Otoritas balap terpaksa menunda jalannya balapan dan mengaborsi prosedur start demi mengatasi gangguan perangkat lunak yang melanda banyak unit daya saat putaran pembentukan grid.

Ketika balapan akhirnya benar-benar dimulai, kondisi lintasan sudah mulai mengering dan mengubah peta persaingan strategi ban. Dilansir dari Motorsport Week menjelang Grand Prix Singapura, Lewis Hamilton mengungkapkan kekecewaannya karena kehilangan kesempatan emas untuk bertarung melawan Max Verstappen di bawah guyuran hujan.
"Saya sangat menantikan balapan basah ketika hujan mulai turun," ujar Lewis Hamilton kepada media termasuk Motorsport Week jelang Grand Prix Singapura. "Saya merasa ini akan sangat menyenangkan. Kami melakukan putaran grid, ada banyak cipratan air, dan dengan segala penundaan itu, pada akhirnya kami tidak mendapatkan pertarungan yang saya inginkan dengan Max Verstappen, padahal saya sangat antusias."
Lebih lanjut, pembalap asal Inggris itu menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan kekesalan kepada badan pengawas balap dunia tersebut. Ia memahami bahwa keputusan penundaan diambil semata-mata demi keselamatan seluruh pembalap di grid.
"Saya tidak punya perasaan negatif terhadap FIA. Saya pikir pada akhirnya mereka melakukan pekerjaan terbaik yang mereka bisa untuk menjaga keselamatan kita semua," tambahnya.
Sebelumnya, tim Ferrari sempat mengambil perjudian besar dengan memasang ban slick untuk Lewis Hamilton di awal balapan. Keputusan taktis tersebut terbukti mahal karena para pesaing yang menggunakan ban intermediate langsung mendominasi jalannya balapan pada lap-lap awal.
Memulai balapan dari barisan terdepan, sang juara dunia tujuh kali sempat terlempar jauh ke belakang. Meskipun demikian, ia mampu bangkit lewat aksi pemulihan luar biasa dan sukses mengamankan posisi ketiga saat menyentuh garis finis.
Aksi impresif tersebut mengingatkan Lewis Hamilton pada masa-masa awal karier balapnya di kejuaraan go-kart. Perjuangan merangsek dari barisan belakang memberikan kepuasan tersendiri baginya di sela-sela ketatnya persalinan poin musim ini.
"Itu sangat menyenangkan. Jujur saja, itu mengingatkan saya pada masa muda saya ketika go-kart pertama saya adalah barang bekas kelima, semuanya penyok, dan saya harus memulai dari bagian paling belakang grid," kenangnya.
Kini, fokus Lewis Hamilton dan Ferrari beralih ke Marina Bay Street Circuit, sebuah sirkuit jalan raya yang kerap menjadi arena bersahabat bagi sang pembalap dalam meraih hasil positif.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!