SPONSORED

Hamilton Minta Maaf ke Ferrari Usai Radio Panas di Belanda

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Hamilton Minta Maaf ke Ferrari Usai Radio Panas di Belanda
TO NEWS OVERVIEW
The seven-time World Champion left Zandvoort pondering the ‘what if’s’

Lewis Hamilton angkat bicara setelah akhir pekan yang penuh emosi di Zandvoort. Pebalap Ferrari itu secara terbuka meminta maaf lewat media sosial atas rentetan komentar pedasnya di radio tim selama Grand Prix Belanda, Minggu lalu.

Balapan yang diharapkan menjadi panggung kebangkitan justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi Hamilton. Meski menunjukkan ritme menjanjikan, Scuderia gagal merebut podium. Namun yang paling terlihat jelas adalah frustrasi Hamilton yang meluap-luap di dalam kokpit, terutama saat ia merasa strategi tim tidak berpihak padanya.

Momen paling krusial terjadi di tengah balapan, ketika Hamilton yang sudah memakai ban lebih segar justru terjebak di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc. Ferrari sempat memanggil Leclerc ke pit, tetapi ia bertahan satu lap lagi, membuat Hamilton terus berada di udara kotor. Situasi itu memicu ledakan kemarahan sang juara dunia tujuh kali.

Russell: Lando Norris Sang Spesialis di Sirkuit Bergaya Zandvoort
Baca JugaRussell: Lando Norris Sang Spesialis di Sirkuit Bergaya Zandvoort

“Cara yang bagus untuk membuang waktu, kerja bagus,” sindir Hamilton melalui radio tim, seperti dilansir Motorsport Week.

ADVERTISEMENT

Di lap-lap akhir, kemunculan Virtual Safety Car (VSC) dan pit stop yang pas sempat memberi Hamilton peluang mengejar tiga besar. Ketika Kimi Antonelli dan George Russell bertukar posisi di podium, Hamilton nyaris mengamankan podium musim ini. Sayangnya, ia tak mampu melewati mantan rekan setimnya itu dan harus puas finis keempat yang menyakitkan.

Usai balapan, Hamilton mengungkapkan bahwa insiden di tengah balapan melawan Leclerc telah merenggut waktu berharga—detik-detik yang ia yakini menjadi pembeda antara finis ketiga dan keempat. “Hari ini saya kehilangan beberapa detik di belakang Charles, yang saya pikir pada akhirnya akan membuat perbedaan di akhir,” jelasnya.

Kini, setelah meredam emosi, Hamilton memilih bertanggung jawab. Dalam unggahan media sosialnya, ia mengakui bahwa komentar-komentarnya di radio dan wawancara bukanlah versi terbaik dari dirinya. “Saya telah mendengarkan kembali beberapa komentar radio dan TV saya. Di saat yang memanas, frustrasi bisa keluar, terutama ketika Anda sangat peduli,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

“Tapi itu bukan versi terbaik dari saya. Saya bertanggung jawab atas hal itu, dan saya akan menjadi lebih baik.”

Hamilton juga menegaskan keyakinannya pada proyek Ferrari. Meski akhir pekan di Zandvoort tidak sesuai harapan, ia percaya tim sedang membangun sesuatu yang besar—sebuah perjalanan menuju gelar kedelapan yang masih ia perjuangkan. “Semangat itu datang dari keyakinan saya pada tim ini, orang-orang di dalamnya, dan apa yang kami bangun bersama. Arahnya jelas. Keyakinan ada di sana. Dan pertarungan masih sangat hidup,” pungkasnya.

Dengan turunnya Hamilton ke posisi di bawah Russell di klasemen pebalap, GP Italia di Monza akhir pekan depan menjadi momen krusial. Balapan kandang Ferrari itu akan menjadi ujian sejati bagi Hamilton untuk memangkas jarak dari rival-rivalnya di Mercedes, sekaligus membuktikan bahwa api perjuangannya belum padam.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU