Ketegangan melanda garasi Ferrari ketika sesi kualifikasi sprint Formula 1 di Sirkuit Marina Bay memasuki fase penentuan. Lewis Hamilton dengan jujur mengakui bahwa dirinya mengambil keputusan keliru terkait rencana lari atau run plan pada SQ3, yang membuat posisinya merosot ke P6.
Sebelumnya, performa skuad Kuda Merah sempat menjanjikan pada fase awal. Ferrari bahkan sempat menguasai posisi 1-2 pada SQ2, di mana Charles Leclerc keluar sebagai yang tercepat dan Hamilton berada tiga persepuluh detik di belakangnya. Namun, dinamika berubah drastis ketika regulasi mewajibkan seluruh mobil beralih dari ban kompon medium ke ban soft untuk duel sepuluh besar.
Ketika tim rival seperti McLaren dan Mercedes langsung turun ke lintasan, serta Red Bull memilih menunggu hingga detik-detik akhir, strategi Ferrari justru berada di tengah. Leclerc dan Hamilton mengambil waktu di pertengahan sesi delapan menit tersebut. Leclerc masih sempat melakukan upaya kedua setelah putusan pendinginan, sementara Hamilton hanya memiliki satu kesempatan tunggal yang membawanya tertinggal 0.546 detik dari catatan waktu terbaik Max Verstappen.

"Itu terlihat bagus di Q1 dan Q2, dan kemudian saya tidak tahu persis di mana arahnya menghilang," ujar juara dunia tujuh kali itu mengenai kendala mobilnya. "Kami sedikit melakukan perbedaan rencana lari dibanding yang lain. Itu adalah pilihan saya, dan saya pikir kami salah mengambil keputusan."
Hamilton menambahkan bahwa mobilnya mengalami gejala oversteer yang sangat parah pada lap krusial tersebut. Ia merasa ban belakang tidak siap atau mengalami overheat, yang membuat kendali kemudi sangat liar dan jauh dari catatan waktu yang ideal. Meski demikian, ia mengakui bahwa kecepatan pada ban medium sebelumnya terasa jauh lebih nyaman dibandingkan ban soft yang minim grip belakang.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!