Isack Hadjar akhirnya kembali ke kokpit Formula 1. Setelah absen tiga balapan akibat cedera pergelangan tangan yang dideritanya selama jeda musim panas, pembalap Red Bull itu akan turun di Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini. Yang menarik, ia tidak datang dengan tangan kosong. Hadjar membawa serta desain helm khusus yang seharusnya sudah dipakai sejak Grand Prix Belanda, namun tertunda karena cedera.
Helm tersebut bukan sekadar aksesori biasa. Desainnya terinspirasi dari momen viral yang terjadi pada 2025, ketika Hadjar meraih podium pertamanya di F1 bersama Racing Bulls di Zandvoort. Saat sesi foto tim usai balapan, ia secara tidak sengaja menjatuhkan trofi Delft Blue miliknya hingga pecah. Insiden itu langsung menjadi bahan pembicaraan di media sosial, dan kini diabadikan dalam helmnya: ilustrasi trofi pecah dengan kartun ekspresi Hadjar saat kejadian.
Red Bull pun mengumumkan kehadiran helm tersebut melalui media sosial. “Ini yang kami buat sebelumnya. Helm Isack dari Zandvoort akan debut di lintasan di Baku,” tulis tim. Sementara itu, Hadjar sendiri sempat berkomentar tentang trofi pecahnya pada 2025. “Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya dapat trofi baru, saya tahu itu. Tapi saya ingin yang pecah. Di mana yang pecah? Itu pertanyaannya,” ujarnya kepada Sky Sports. “Karena yang baru, kami tidak peduli. Itu bukan bagian dari sejarah grand prix. Saya ingin yang pecah karena itu bagian dari perjalanan podium saya. Yang baru tidak berbau alkohol, seperti sampanye dan sebagainya.”

Kembalinya Hadjar ke lintasan juga diwarnai kabar kontrak anyar. Tim yang berbasis di Milton Keynes itu telah mengumumkan perpanjangan kontraknya hingga 2027. Pembalap berusia 21 tahun ini bergabung dengan Red Bull pada awal 2026, menggantikan Yuki Tsunoda, dan langsung menunjukkan performa impresif di samping juara empat kali Max Verstappen. Saat ini, Hadjar duduk di peringkat kedelapan klasemen pembalap dengan 71 poin, sementara Verstappen berada di posisi keenam dengan 145 poin.
Grand Prix Azerbaijan akan berlangsung di Sirkuit Kota Baku pada 24-26 September. Bagi Hadjar, balapan ini menjadi ujian berat setelah lama absen. Ia harus cepat beradaptasi dengan karakter trek jalanan yang sempit dan menantang, terlebih lagi ia belum pernah mengendarai mobil Red Bull di sirkuit ini. Namun, dengan modal kepercayaan diri dari podium pertamanya dan dukungan tim, ia siap membuktikan bahwa cedera bukan penghalang.
Dari sisi teknis, Sirkuit Baku menuntut keseimbangan antara kecepatan di trek lurus panjang dan traksi di tikungan lambat. Tim Red Bull diprediksi akan membawa paket aerodinamis khusus untuk mengoptimalkan performa di trek jalanan. Hadjar, yang dikenal memiliki gaya balap agresif namun terukur, diharapkan bisa memaksimalkan potensi mobil. Kembalinya ia juga menjadi angin segar bagi tim yang tengah bersaing ketat di klasemen konstruktor.
Bagi para penggemar, momen ini terasa istimewa. Helm yang tertunda menjadi simbol perjalanan Hadjar dari rookie yang menjatuhkan trofi hingga pembalap yang kini diperhitungkan. Ketika ia melintasi garis start di Baku, helm itu akan menjadi pengingat bahwa terkadang hal-hal tak terduga justru menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita seorang pembalap.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!