Kondisi lintasan yang membara di Malaysia memaksa Formula 1 menghadapi tantangan ekstrem. Trek yang menyengat membuat FIA memberlakukan status darurat panas, membuka opsi penggunaan rompi pendingin bagi para pembalap untuk meredam suhu tubuh yang melonjak drastis di dalam kokpit.
Namun, fasilitas krusial tersebut tidak akan terlihat di garasi Mercedes. George Russell secara terbuka mengungkapkan bahwa batasan finansial ketat menjadi tembok pemisah antara dirinya dan alat pengatur suhu tersebut di bawah regulasi finansial modern.
Musim ini, tim-tim peserta harus memutar otak di tengah regulasi pengeluaran yang ketat. Alih-alih mengalirkan dana untuk riset sistem pendingin tubuh, prinsipal tim memilih mengalokasikannya sepenuhnya demi mendongkrak performa mobil di atas lintasan demi memangkas jarak dari rival.

Situasi ini kontras mengingat beberapa rival telah menyiapkan teknologi tersebut. Meski demikian, tidak semua pembalap langsung memakainya karena ada opsi penalti bobot tambahan atau kekhawatiran cairan di dalam selang justru ikut memanas.
Russell sendiri berharap ada langkah tegas dari otoritas tertinggi balap mobil untuk mengecualikan perangkat keselamatan dan kesehatan semacam ini dari hitungan finansial wajib, agar keselamatan fisik pembalap tidak perlu dikompromikan demi pengembangan aerodinamika.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!