Pembalap Mercedes, George Russell, melontarkan kritik tajam terhadap jalannya Grand Prix Bahrain yang dinilainya "tidak mencerminkan F1" menyusul serangkaian masalah perangkat lunak dan kegagalan unit daya yang merusak peluang podiumnya. Dilansir dari Motorsport.com, balapan yang diwarnai cuaca ekstrem ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi pembalap asal Inggris tersebut di Sirkuit Sepang.
Harapan George Russell untuk mengamankan posisi tiga besar harus kandas musnah menyusul kerusakan unit daya mendadak yang terjadi pada lap ke-50. Kegagalan mekanis ini semakin memperberat musim kompetisi yang memang sudah berjalan sulit baginya, di mana ia kini tertinggal hingga 84 poin di belakang rekan setimnya sekaligus pimpinan klasemen sementara, Kimi Antonelli.
Kekacauan sebenarnya sudah terlihat sejak sesi lap formasi dimulai menyusul tertundanya jadwal akibat guyuran hujan deras yang mengguyur lintasan. Selepas penundaan selama sekitar satu jam 20 menit dari jadwal awal, situasi langsung memburuk ketika sejumlah mobil mengalami masalah perangkat lunak masif di tengah trek basah, yang berujung pada penundaan lanjutan yang melelahkan bagi para penonton maupun kontestan balap.

Direktur单seater FIA, Nikolas Tombazis, memberikan penjelasan teknis terkait insiden tersebut kepada media. "Ada sedikit efek beruntun di antara mobil-mobil, dan beberapa mobil hampir berhenti sepenuhnya. Bug tersebut mencegah tenaga untuk disalurkan kembali dan membuat mobil-mobil sulit dinyalakan kembali," ujar Tombazis, seraya mengakui bahwa kurangnya pengujian menjadi faktor penyebab lolosnya masalah tersebut.
George Russell tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya ketika berbicara kepada para jurnalis seusai perlombaan berakhir di paddock. Pembalap berusia 28 tahun itu menilai seluruh rangkaian acara hari itu terasa sangat bertele-tele dan membingungkan bagi semua pihak yang terlibat di dalam lintasan maupun penonton di rumah.
"Seluruh hari terasa seperti sebuah kerumitan dengan adanya penundaan, kemudian bendera merah, lalu putaran demi putaran yang tak berujung di bawah safety car, dan tiba-tiba melakukan putaran ekstra untuk membiarkan Checo melakukan overtake," ungkap George Russell menjelaskan situasi membingungkan di atas lintasan.
Ia menambahkan, "Itu sama sekali tidak terasa seperti F1 hari ini. Dan saya akan merasa sedikit kecewa jika berada di tribun penonton menyaksikan drama itu terungkap. Jadi itu tidak bagus. Namun dari sudut pandang saya, ini benar-benar sangat membuat frustrasi."
Lebih lanjut, George Russell menyoroti tingkat kerumitan teknologi modern saat ini yang dinilai sudah terlalu berlebihan dan membuka celah besar bagi kegagalan teknis. "Semuanya menjadi begitu rumit. Unit daya sangatlah rumit. Semakin rumit Anda membuat sesuatu, semakin besar pula hal yang bisa salah. Jadi itu jelas merupakan sesuatu yang harus kita catat untuk masa depan," tutupnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!