George Russell dinilai masih dapat menjaga harapan dalam perebutan gelar Formula 1 setelah penampilan kuat di Azerbaijan. Martin Brundle melihat performa Russell di Baku sebagai momentum penting setelah pembalap Mercedes tersebut menunjukkan respons kuat terhadap keunggulan Kimi Antonelli di klasemen.
Russell meraih grand chelem pertamanya di Baku dan hanya gagal menjadi yang tercepat pada FP3 sepanjang akhir pekan tersebut. Performa itu menjadi salah satu penampilan terkuatnya musim ini, setelah sebelumnya mengalami kesulitan menyatu dengan Mercedes W17 ketika Kimi Antonelli membangun keunggulan 81 poin berkat delapan kemenangan Grand Prix.
Situasi kemudian berubah setelah akhir pekan sulit bagi Antonelli. Pembalap Italia tersebut mengalami kecelakaan pada kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi ke-16, sebelum bangkit hingga finis kelima. Hasil tersebut, ditambah kegagalan Lando Norris dan Oscar Piastri mencetak poin serta tersingkirnya Pierre Gasly setelah insiden dengan Franco Colapinto, membuat keunggulan Antonelli menyusut menjadi 66 poin.

Brundle menilai tekanan dari Antonelli justru dapat mendorong Russell menemukan level performa baru. Ia menyoroti sikap Russell di Baku sebagai indikasi bahwa pembalap Inggris tersebut mampu merespons persaingan internal Mercedes dan tekanan perebutan gelar.
“Saya pikir talenta generasi ini yang sekarang kita lihat pada Kimi Antonelli sama sekali tidak akan menghancurkan George; justru itu akan membentuknya,” kata Brundle kepada Sky Sports F1.
Brundle kemudian menggambarkan Russell memiliki kemampuan untuk menemukan “gigi lain” dalam performanya setelah Baku. Ia juga menilai sikap Russell sebelum balapan menunjukkan fokus yang sangat kuat, terutama setelah keunggulan lebih dari 10 detik yang sempat dibangunnya terpangkas akibat Safety Car.
“Dia sedang menjalankan sebuah misi, bukan? Api di matanya ketika duduk di grid itu luar biasa,” ujar Brundle. “Itu adalah salah satu penampilan terpenting George di Formula 1.”
Persaingan tersebut juga berpotensi dipengaruhi oleh paket upgrade Mercedes yang diperkirakan memberikan peningkatan sekitar tiga persepuluh detik. Russell sebelumnya menyebut karakter mobil yang lebih sesuai dengan preferensi berkendaranya dapat menjadi faktor penting dalam memanfaatkan peningkatan tersebut.
Brundle juga menunjuk sejumlah balapan berikutnya yang memiliki karakteristik berbeda dan dapat memengaruhi perebutan gelar. Ia menyebut potensi hujan di Malaysia, dinding pembatas di Singapura, karakter balapan Brasil, serta kondisi licin di Las Vegas sebagai faktor yang membuat persaingan kejuaraan belum dapat dianggap selesai.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!