SPONSORED

Gabriel Bortoleto Tegaskan Proyek Jangka Panjang Audi di F1 2026

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Gabriel Bortoleto Tegaskan Proyek Jangka Panjang Audi di F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Gabriel Bortoleto is in his second season of F1

Musim kompetisi Formula 1 modern menghadirkan tantangan mental yang masif bagi para debutan muda, termasuk Gabriel Bortoleto yang memilih bersabar bersama skuad pabrikan. Di saat beberapa rival seangkatannya langsung menikmati pertarungan di barisan terdepan, sang pembalap asal Brasil ini memilih untuk melihat gambaran yang jauh lebih besar dalam perjalanan kariernya di ajang balap jet darat.

Ketika melangkah ke paddock Formula 1, Bortoleto datang bersama gelombang talenta muda potensial lainnya seperti Ollie Bearman, Kimi Antonelli, serta Isack Hadjar yang sama-sama promosi dari kejuaraan junior di bawah naungan FIA. Kendati demikian, dinamika kompetisi di kelas premier memberikan hasil yang sangat kontras bagi masing-masing pembalap dalam dua musim awal mereka di grid.

Antonelli dan Hadjar langsung mendobrak persaingan papan atas, bahkan nama pertama sempat memimpin klasemen kejuaraan dunia. Sebaliknya, Bortoleto bersama rekan seangkatannya harus berjibaku di barisan belakang zona poin, sebuah realitas yang menuntut penyesuaian mental luar biasa bagi seorang juara kategori junior yang terbiasa mengecap kemenangan di setiap akhir pekan balapan.

Problem Misterius Mobil Fernando Alonso dan Honda di F1 2026
Baca JugaProblem Misterius Mobil Fernando Alonso dan Honda di F1 2026

"Mereka adalah dua pembalap dari generasi saya yang kini rutin naik podium," ujar sang pembalap kepada Motorsport.com. "Saya telah membalap melawan mereka seumur hidup saya. Kenyataannya adalah saya tampil baik melawan mereka di kategori junior, dan saya tahu kapasitas diri saya. Namun saya harus bersabar. Setiap orang memiliki jalurnya sendiri. Mari kita lihat di mana posisi kami semua dalam 20 tahun ke depan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Dominasi masa lalu Bortoleto tidak bisa diabaikan begitu saja, mengingat ia mencatatkan sejarah manis dengan merengkuh gelar juara beruntun di Formula 3 pada 2023 dan Formula 2 pada 2024. Prestasi gemilang tersebut menempatkannya dalam kelompok eksklusif pembalap yang mampu menaklukkan dua tangga feeder series tersebut secara berturut-turut sebelum menembus grid Formula 1.

Beradaptasi dengan mobil yang belum kompetitif menuntut pergeseran pola pikir yang drastis. Di kejuaraan junior, bahkan tim terlemah sekalipun masih menyimpan secercah peluang untuk meraih kemenangan seri. Namun di Formula 1, target realistis bagi Audi saat ini adalah berjuang keras mengamankan setiap poin yang tersedia.

"Saya sangat senang bisa berada di Formula 1. Ini adalah langkah awal menuju impian yang selalu saya miliki. Pada saat yang sama, jujur saja, ini juga sulit ketika Anda datang dari kategori junior di mana Anda selalu menang, lalu tiba di Formula 1 dan tahu Anda tidak bisa bertarung di depan. Sudah hampir dua tahun sekarang. Hari ini, tujuannya adalah mencetak poin, dan itu tidak mudah," ungkapnya jujur.

ADVERTISEMENT

Meski dihadapkan pada fase transisi yang melelahkan, pembalap berusia 22 tahun ini menegaskan bahwa keterlibatannya dalam proyek ambisius pabrikan asal Jerman tersebut menjadi bahan bakar utama yang memotivasi dirinya. Ia percaya bahwa fondasi jangka panjang yang sedang dibangun tim akan membuahkan hasil manis di masa depan.

"Apa yang memotivasi saya dan membuat saya terus maju adalah proyek yang menjadi bagian di dalamnya," tegas juara bertahan F2 tersebut. "Saya tidak berada di tim yang ambisinya hanya diam di tempat kami berada hari ini. Saya berada di tim yang berkembang setiap tahun dan memiliki rencana jangka panjang yang jelas. Saya berharap suatu hari nanti saya akan menengok ke belakang dan melihat bahwa semua yang telah kami lalui membantu kami mencapai puncak."

Sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan tim, statusnya sebagai calon pemimpin masa depan tidak dianggap sebagai beban psikologis yang berat. Sebaliknya, ia memandang tanggung jawab besar tersebut sebagai sumber motivasi dan kehormatan tersendiri dalam menapaki karier profesionalnya.

ADVERTISEMENT

"Kebanggaan, ya. Tekanan, tidak," pungkasnya. "Akan ada saat-saat sulit, akan ada saat-saat ketika Anda tidak menang, dan saya harus terus melatih pola pikir saya, diri saya sendiri, dan berkembang sebagai seorang pembalap."

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU