Mantan presenter F1 TV, Will Buxton, angkat bicara keras soal spekulasi kursi Ferrari. Ia menilai mengganti Fred Vasseur dengan Christian Horner sebagai team principal adalah keputusan yang "sama sekali tidak masuk akal" atau absolutely ludicrous. Pernyataan ini muncul setelah rumor kedatangan Horner ke Maranello semakin panas dalam beberapa hari terakhir.
Rumor tersebut mencuat setelah Horner, eks bos Red Bull, mengatakan kepada The Times bahwa Ferrari adalah satu-satunya tim yang mau ia gabung tanpa harus memiliki saham. Menanggapi hal itu, Ferrari langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan "kepercayaan penuh" kepada kepemimpinan Vasseur. Namun, bagi Buxton, pernyataan dukungan seperti itu justru sering menjadi pertanda buruk.
"Beberapa hari terakhir, Ferrari keluar dan berusaha menjernihkan situasi dengan mengatakan, 'Ferrari sudah membuat pilihan dan memiliki kepercayaan penuh pada kepemimpinan Fred Vasseur dan timnya, dan kami akan terus melakukannya.' Nah, itu bagiku membunyikan alarm," ujar Buxton dalam podcast Up To Speed bersama mantan pembalap F1 David Coulthard.

"Kapan pun dalam olahraga, entah itu F1, sepak bola, atau apa pun, saat kamu menerima dukungan penuh dari dewan, kamu mungkin bisa mulai mengemasi meja kerjamu. Karena sudah selesai, kan? Dukungan penuh dewan berarti kamu tamat," tambahnya dengan nada sinis.

Buxton menegaskan bahwa membuang hasil kerja Vasseur saat ini akan menjadi kesalahan besar. "Ini Ferrari, jadi pada titik tertentu aku akan bilang harapkan yang tak terduga, tapi yang tak terduga itu adalah mereka membuat keputusan masuk akal dan tetap bersama orang-orangnya, mendukung mereka, dan mendorongnya sampai tuntas," lanjutnya. "Yang biasanya kita harapkan dari Ferrari adalah mereka melakukan sesuatu yang benar-benar konyol dan membuang semua kerja keras ini. Jadi, aku berdoa itu bukan yang mereka lakukan."
Vasseur bergabung dengan Ferrari pada 2023 menggantikan Mattia Binotto. Pada musim pertamanya, tim finis ketiga di klasemen konstruktor. Musim 2024 menjadi puncak dengan finis kedua, hanya terpaut 14 poin dari McLaren. Namun pada 2025, performa mereka menurun dan harus puas di posisi keempat. Kini, di musim 2026, Ferrari kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan duduk di peringkat kedua klasemen konstruktor di belakang Mercedes.
Keputusan Ferrari untuk tetap bersama Vasseur atau beralih ke Horner akan menjadi salah satu saga paling panas di paddock. Jika benar Horner datang, ia harus membuktikan diri bisa mengembalikan Ferrari ke jalur juara. Tapi jika Vasseur dipertahankan, stabilitas yang dibangun sejak 2023 bisa jadi fondasi kuat untuk merebut gelar yang sudah lama dinanti. Yang jelas, pernyataan Buxton ini menambah bumbu persaingan di luar lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!