Setelah Pedro Acosta menyedot perhatian lewat kemenangan perdana KTM musim ini di Austria, Enea Bastianini gantian unjuk gigi di Motegi. Pembalap berjuluk 'The Beast' itu sukses mengingatkan paddock bahwa insting konservasi bannya belum luntur sedikit pun di kelas premier.
Situasi ban belakang mendadak krusial jelang balapan utama akibat pencabutan opsi kompon lunak demi keamanan. Seluruh pembalap praktis mengandalkan ban keras yang minim risiko keausan dini, namun cara Bastianini mengeksploitasi grip sisa sepanjang 24 lap benar-benar berada di level berbeda dibanding rivalnya.
Sempat tertinggal lebih dari dua detik di belakang Marco Bezzecchi, pembalap asal Italia tersebut mengamuk pada paruh kedua lomba. Laju impresifnya nyaris membuahkan posisi kedua, sebelum akhirnya harus puas finis tipis tepat di belakang sang pembalap Aprilia pada garis finis.

"Saya sudah lama menunggu momen untuk bisa membalap seperti ini, dan akhirnya itu datang," ungkap Bastianini usai mengamankan podium perdananya musim ini. Karakter motor RC16 yang biasanya menguras ban belakang tidak terlihat di Motegi, memberikan kejutan positif bagi garasi Tech3.
Kendati performa brilian ini menjadi sinyal kebangkitan, sang juara GP menegaskan bahwa dirinya masih perlu melihat konsistensi motor pada seri-seri berikutnya. Kerja keras analisis data pasca-Spielberg terbukti membuahkan hasil manis, menempatkan sang rider kembali ke barisan terdepan persaingan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!