SPONSORED

Vowles: Cost Cap F1 Gagal, Tim Kecil Terjebak

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Vowles: Cost Cap F1 Gagal, Tim Kecil Terjebak
TO NEWS OVERVIEW
James Vowles © XPB Images

James Vowles tidak bisa menahan diri. Di tengah hiruk-pikuk paddock Sakhir, sang principal Williams melempar kritik tajam terhadap Formula 1 dan cara cost cap dijalankan. Baginya, ada dua area fundamental yang telah gagal total, dan itu menghukum tim-tim di luar empat besar.

Sejak meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Williams, mata Vowles terbuka lebar. Ia melihat langsung bagaimana tim papan tengah dan bawah berjuang dengan sumber daya terbatas, sementara regulasi yang seharusnya menciptakan kesetaraan justru memperlebar jurang. “Ketika cost cap diperkenalkan, ada tiga tugas utama,” ujarnya di konferensi pers. “Keberlanjutan finansial jangka panjang, keadilan sportif, dan kompresi kompetisi. Dua yang terakhir telah gagal.”

Data yang ia paparkan sungguh menohok. Di era cost cap, empat tim teratas kini menguasai 83% poin, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 70-an persen. “Kami membuat situasi menjadi lebih buruk,” tegas Vowles. “Empat besar tetap empat besar, dan sisanya berebut 17% poin. Peluang naik podium dulu 10%, sekarang hanya 5%.”

Piastri Hopeful as McLaren Finds Pace at Sepang
Read AlsoPiastri Hopeful as McLaren Finds Pace at Sepang

Vowles menyebut fenomena ini sebagai 'perangkap cost cap'. Alih-alih mengalokasikan dana untuk pengembangan mobil, tim-tim kecil terpaksa menggelontorkan puluhan juta dolar hanya untuk infrastruktur dasar. “Saya tidak bisa belanjakan uang untuk mobil. Saya harus membangun sistem, tahu di mana letak setiap komponen di pabrik. Itu bukan untuk front wing atau upgrade, tapi untuk hal-hal mendasar. Kita terjebak.”

ADVERTISEMENT

Meski getir, Vowles tidak ingin cost cap dihapus. Ia justru mendorong reformasi struktural agar semua tim bermain dengan alat dan mekanisme yang setara. “Solusinya bukan menghilangkan cost cap. Kita punya olahraga yang stabil secara finansial berkat itu. Tapi kita perlu memikirkan mekanisme di dalamnya agar tidak ada lagi ketimpangan.”

Kritik Vowles ini menjadi tamparan keras bagi Liberty Media dan FIA. Di saat Williams tengah berjuang bangkit, pernyataan ini menegaskan bahwa tanpa perbaikan, tim-tim bersejarah bisa selamanya terjebak di bayang-bayang raksasa.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU