Max Verstappen kembali menjadi sorotan setelah menghindari pertanyaan mengenai kemungkinan boikot balapan Formula 1 di Qatar dan Abu Dhabi. Pembalap Red Bull itu enggan memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah ia akan memboikot balapan tersebut jika F1 tetap menggelar seri penutup musim di Timur Tengah.
Ketidakpastian memang menyelimuti jadwal F1 2026. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat penyelenggaraan balapan di Qatar dan Abu Dhabi terancam. Imola disebut-sebut sebagai lokasi cadangan untuk menjadi tuan rumah balapan penutup, namun F1 masih berharap bisa tetap menggelar balapan di Timur Tengah. Keputusan final dijadwalkan keluar pada pertengahan Oktober.
Dalam wawancara dengan ViaPlay di Grand Prix Azerbaijan, Max Verstappen menyatakan bahwa jika dirinya yang menentukan, F1 tidak akan mengakhiri musim di Qatar dan Abu Dhabi. “Biasanya saya senang pergi ke Qatar dan Abu Dhabi, tapi ketika ada perang di dekat sana, dan beberapa negara terlibat konflik, saya pikir kita tidak seharusnya pergi,” ujarnya. “Tidak peduli ada kontrak atau tidak. Tapi itu bukan keputusan saya.”

Pernyataan itu langsung memicu spekulasi. Di Grand Prix Bahrain di Malaysia, Verstappen kembali ditanya apakah ia akan memboikot balapan di Qatar dan Abu Dhabi jika tetap digelar. Ia menghindari pertanyaan tersebut dengan menjawab, “Saya tidak mengatakan tidak ingin balapan di sana. Saya hanya bilang saya suka pergi ke sana, tentu dengan syarat yang tepat. Saya percaya F1 dan FIA akan mengambil keputusan yang benar karena mereka punya informasi lebih banyak.”
Tekanan terus berlanjut. Ketika didesak lagi soal boikot, Verstappen untuk kedua kalinya mengelak. “Seperti yang saya bilang, saya percaya mereka akan mengambil keputusan yang tepat,” ucapnya singkat. Sikap hati-hati ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin terjebak dalam kontroversi yang bisa berdampak pada kariernya.
Menariknya, Lewis Hamilton justru mengambil sikap berbeda. Juara dunia tujuh kali itu menyatakan keinginannya untuk tetap balapan di Timur Tengah. “Saya pribadi ingin pergi. Saya suka pergi ke Timur Tengah,” kata pembalap Ferrari tersebut di Baku. “Dari yang saya baca, situasinya tampak baik-baik saja, tapi saya tidak punya semua informasi dan tidak tahu tingkat risikonya. Saya percaya Stefano Domenicali akan membuat keputusan yang tepat untuk olahraga ini. Dan saya harap kita bisa pergi ke sana.”
Perbedaan pandangan antara Verstappen dan Hamilton menyoroti kompleksitas situasi yang dihadapi F1. Di satu sisi, faktor keamanan dan geopolitik menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, aspek komersial dan kontrak dengan penyelenggara balapan tidak bisa diabaikan. F1 dan FIA kini berada di bawah tekanan untuk mengambil keputusan bijak yang mempertimbangkan keselamatan semua pihak tanpa mengorbankan integritas olahraga.
Sementara itu, para penggemar menantikan kepastian mengenai di mana musim 2026 akan berakhir. Apakah F1 akan tetap ke Timur Tengah atau beralih ke Imola? Yang jelas, perdebatan ini mencerminkan bagaimana politik global dapat memengaruhi dunia balap, dan para pembalap pun dituntut untuk bersikap tanpa menyinggung pihak mana pun.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!