Max Verstappen menilai seruan Lando Norris agar Franco Colapinto dijatuhi larangan balap (race ban) akibat insiden di Grand Prix Azerbaijan Formula 1 sebagai hal yang berlebihan. Insiden tersebut terjadi pada restart safety car pertama di Tikungan 1, Sabtu (waktu setempat), yang melibatkan pembalap Alpine itu dengan rekan setimnya, Pierre Gasly, dan juara dunia bertahan Lando Norris.
Norris sebelumnya melontarkan kritik tajam, menyebut Colapinto sebagai pembalap yang “seharusnya tidak berada di Formula 1” dan menuntut sanksi larangan balap. Namun, sejumlah nama terkemuka di grid membela Colapinto. Pemenang balapan Baku, George Russell, berpendapat bahwa larangan balap seharusnya hanya diberikan kepada pembalap yang melakukan tindakan berbahaya secara sengaja.
“Ya, menurut saya itu terlalu keras,” ujar Russell dalam konferensi pers pasca-balapan. “Restart safety car, ban dingin, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Dari apa yang saya lihat hari ini, itu tampak seperti kesalahan kecil dengan konsekuensi besar. Larangan balap seharusnya datang dari pembalap yang dengan sengaja melakukan sesuatu yang sangat berbahaya dan sembrono. Jadi menurut saya ini tidak beruntung.”

Verstappen, yang finis kedua, menambahkan bahwa selama pembalap yang menyebabkan insiden menyadari kesalahannya dan meminta maaf, hal seperti itu bisa terjadi. “Kesalahan kecil atau salah penilaian, Anda mengunci ban, di sisi dalam, grip rendah, dan tentu saja agak disayangkan karena melibatkan banyak mobil. Tapi tidak beruntung, itu terjadi, dan tidak menyenangkan bagi semua yang terlibat. Seperti kata George, larangan balap mungkin terlalu berlebihan,” ujar pembalap Red Bull tersebut.
Isack Hadjar, yang finis ketiga di tim satelit Red Bull, menyalahkan kondisi trek yang dinilai “tidak cukup baik” untuk standar F1 dan yakin hal itu menjadi faktor utama insiden. “Dari sisi saya, treknya tidak cukup baik. Anda keluar dari garis balap, mulai sangat bergelombang. Sulit menghasilkan suhu ban di belakang safety car yang melaju cukup lambat. Jadi Anda berlebihan, dan konsekuensinya besar. Menurut saya, larangan balap terlalu keras,” kata Hadjar.
Colapinto sendiri telah dijatuhi hukuman penalti turun lima posisi grid untuk Grand Prix Bahrain pekan depan. Keputusan ini diambil steward setelah meninjau insiden yang mengakibatkan tiga pembalap tersingkir dari balapan.
Insiden di Baku menambah daftar kontroversi restart safety car di musim ini, di mana suhu ban dan grip menjadi faktor krusial. Para pembalap terus mendesak FIA untuk mengevaluasi prosedur restart guna mengurangi risiko kecelakaan beruntun. Sementara itu, dukungan dari rekan-rekan pembalap menunjukkan solidaritas di paddock bahwa kesalahan manusiawi dalam kondisi sulit tidak selalu layak mendapatkan hukuman terberat.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!