Veda Ega Pratama mengenang perjalanan kariernya yang berlangsung cepat sejak pertama kali tampil di Indonesia pada 2022 hingga kini mencapai level Moto3. Pembalap muda tersebut mengaku masih merasakan perkembangan itu sebagai sesuatu yang berlangsung dalam waktu singkat.
Veda pertama kali dikenal dalam materi tersebut saat masih berusia 13 tahun pada 2022, ketika mengikuti ajang Idemitsu Asia Talent Cup. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan melalui Asia Talent Cup pada 2023, Red Bull Rookies Cup, JuniorGP, hingga akhirnya mencapai Moto3.

“Terasa cepat aja sih. Yang tadinya 2022 masih Asia Talent Cup, terus 2023 Talent Cup lagi, terus Red Bull Rookies Cup, JuniorGP, terus sekarang sudah bisa di Moto3,” ujar Veda. Ia menyebut pencapaian tersebut membuatnya senang karena mampu mencapai level yang sebelumnya belum berada dalam jangkauannya.

Ketika ditanya mengenai bagian tersulit di Sirkuit Mandalika, Veda menunjuk sektor terakhir lintasan. Menurutnya, dua tikungan terakhir menjadi bagian yang paling menantang karena karakter lintasan yang cepat sekaligus membutuhkan pengereman keras.
Veda juga memberikan tanggapan terhadap berbagai pembicaraan mengenai dirinya di media sosial. Ia mengatakan tidak dapat mengendalikan seluruh komentar yang muncul dan memilih mengambil sisi positif dari respons tersebut sebagai motivasi.
“Maksudnya apa yang dibilang Mas Mario kan kita enggak bisa kontrol ya. Jadi, ya kalau saya sih saya sendiri saya ambil yang positif-positif aja. Terus jadikan motivasi,” kata Veda.
Perjalanan tersebut kini membawa Veda ke level Moto3, dengan Mandalika menjadi bagian penting dari rangkaian perjalanannya. Fokus berikutnya adalah menghadapi penampilan di Pertamina Grand Prix Indonesia setelah perkembangan karier yang disebutnya berlangsung sangat cepat sejak 2022.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!