Moto3, Sportrik Media - Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia menghadapi awal yang sulit pada hari pertama Moto3 Spanyol 2026 di Circuito de Jerez – Ángel Nieto setelah gagal mengamankan tempat di sesi kualifikasi kedua (Q2).
Pembalap Indonesia tersebut mengalami kesulitan sejak sesi FP1, terutama dalam menemukan feeling optimal dengan motor. Kondisi tersebut berdampak langsung pada catatan waktu dan menempatkannya di luar posisi kompetitif pada awal hari. Namun, peningkatan signifikan terjadi pada sesi Practice sore, di mana Veda mampu memangkas selisih waktu secara substansial terhadap pemimpin sesi, Maximo Quiles dari CFMOTO Aspar Team.
Meskipun demikian, peningkatan tersebut belum cukup untuk menembus batas 14 besar yang menjadi syarat lolos langsung ke Q2, sehingga Veda harus menghadapi jalur kualifikasi tambahan melalui Q1.

“Ini bukan awal yang terbaik, terutama di sesi pagi di mana saya kesulitan menemukan feeling dengan motor,” ujar Veda dalam pernyataan resmi tim.
“Kami melakukan beberapa perubahan setelah FP1 dan itu membantu saya merasa jauh lebih nyaman di sesi sore. Perbedaannya cukup besar dan saya bisa lebih percaya diri.”
Veda menegaskan bahwa progres yang ditunjukkan sepanjang hari menjadi aspek positif, terutama dalam hal adaptasi terhadap karakter lintasan Jerez yang teknis dan menuntut presisi tinggi.
“Meskipun posisi belum ideal, saya merasa positif karena kami terus meningkat sepanjang hari. Saya belum mendapatkan lap yang sempurna, jadi masih ada potensi,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa fokus utama tim kini adalah melanjutkan evaluasi teknis dan penyempurnaan setup menjelang sesi berikutnya, termasuk latihan lanjutan dan kualifikasi.
“Besok kami akan terus bekerja, mencoba beberapa hal selama sesi latihan, dan berusaha tampil lebih kuat di kualifikasi serta balapan,” jelasnya.
Dengan margin waktu yang relatif ketat di kelas Moto3, peluang untuk bangkit tetap terbuka. Kunci bagi Veda akan terletak pada kemampuan memaksimalkan performa dalam satu lap di sesi berikutnya guna menghindari tekanan tambahan dari Q1.
Perkembangan performa pada hari kedua akan menjadi penentu apakah pembalap muda Indonesia ini mampu mengonversi progres teknis menjadi hasil yang lebih kompetitif di Moto3 Jerez 2026.



























Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!