Ketika lampu pit lane menyala di Mount Panorama, kubu pabrikan Jepang langsung dihadapkan pada kenyataan pahit yang menguji mentalitas tim. Seluruh armada Toyota Supra gagal menembus babak Top 10 Shootout yang sangat prestisius, menandai awal yang berat dalam debut mereka di era modern Supercars.
Situasi pelik ini dikonfirmasi langsung oleh prinsipal tim Walkinshaw TWG, Carl Faux, usai sesi kualifikasi hari Jumat yang berjalan di luar ekspektasi. Menurutnya, masalah utama terletak pada kecepatan tertinggi di lintasan lurus panjang Mount Panorama yang membuat mereka kesulitan mengimbangi dominasi lawan.
Pencapaian terbaik wakil Toyota diraih oleh pembalap Brad Jones Racing yakni Andre Heimgartner yang mengamankan posisi start ke-15. Ia hanya unggul tipis di atas sepersepuluh detik dari jagoan Chaz Mostert yang mengendarai mobil Walkinshaw TWG.

"Sebagai grup Toyota, posisi kami mirip-mirip dengan kubu Ford, tetapi itu justru menjadi sebuah masalah tersendiri," ujar Carl Faux kepada Speedcafe. Ia menambahkan bahwa masalah semakin runyam akibat strategi slipstream yang tidak berjalan mulus di atas aspal panas.
Lebih lanjut, Carl Faux secara terbuka mengakui bahwa faktor cuaca basah bisa menjadi penyelamat akhir pekan mereka. Mengingat rekam jejak positif di Sirkuit The Bend, di mana mereka berhasil menguasai podium juara dalam kondisi trek basah, kehadiran hujan diyakini mampu meredam keunggulan aerodinamika rival dan mengacaukan keausan ban belakang lawan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!