Musim kompetisi World Rally Championship lalu menyisakan cerita berat bagi Thierry Neuville. Meskipun sempat mencatatkan kemenangan manis di Reli Portugal serta mengamankan posisi kedua di Reli Yunani, secara keseluruhan musim tersebut berjalan sangat menantang dan penuh rintangan bagi sang pereli andalan.
Dalam wawancara eksklusif bersama Autohebdo, pereli asal Belgia tersebut enggan merinci seluruh kesulitan yang dihadapinya sepanjang musim lalu. Ia menilai perjalanan kompetisi kemarin berlangsung sangat ekstrem dan terkadang terasa sedikit tidak adil, namun ia memilih untuk menerimanya dan segera melangkah maju meninggalkan kenangan pahit tersebut.
Lebih lanjut, momen ini menandai akhir dari perjalanan 13 tahun yang luar biasa penuh warna sebagai pereli reguler bersama Hyundai. Pencapaian ini sekaligus menutup lembaran 15 musim penuh di ajang WRC tanpa pernah absen dalam satu seri pun, menghasilkan total 23 kemenangan, 76 podium, serta pertarungan sengit termasuk memperebutkan gelar juara dunia 2024.

Memasuki fase baru setelah musim ini berakhir, pereli berusia matang tersebut mengakui dirinya berada di persimpangan jalan karier profesionalnya. Thierry Neuville membuka peluang untuk mengurangi intensitas jadwal balapannya pada tahun depan, kendati ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum memiliki rencana untuk gantung helm dalam waktu dekat.
Menutup perbincangannya, ia juga menyoroti masa depan Hyundai serta arah perkembangan regulasi teknik dan promosi kejuaraan reli dunia di masa mendatang. Ia berharap pabrikan asal Korea Selatan tersebut tetap mempertahankan eksistensinya setelah menggelontorkan investasi masif selama belasan tahun terakhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!