Sejak kembali secara pabrikan ke ajang Kejuaraan Dunia Superbike pada tahun 2020, Honda masih terus berjuang menantikan terobosan besar yang diidam-idamkan. Memasuki musim kompetisi mendatang, pembalap pabrikan Jake Dixon secara terbuka menetapkan target ambisius: motor Fireblade harus langsung kompetitif sejak seri perdana agar ia bisa bertarung secara konsisten di barisan depan.
Jika berkaca pada perjalanan paruh pertama musim ini, target tersebut terdengar sangat tinggi mengingat skuad pabrikan sempat mengalami keterpurukan parah. Masalah cedera yang mendera para pembalap utama membuat tim harus menurunkan pembalap pengganti, hingga akhirnya tertinggal di dasar klasemen pabrikan. Namun, secercah harapan mulai terlihat berkat kerja keras di balik layar.

Kebangkitan kecil mulai terasa ketika pabrikan asal Jepang ini mampu mendulang poin krusial di Cremona, di mana peningkatan performa mulai ditunjukkan pula oleh rekan setimnya, Somkiat Chantra. Menurut Dixon, stabilitas susunan pembalap dan serangkaian pengujian privat telah membantu menemukan arah pengembangan yang jauh lebih baik dibandingkan awal tahun.


Dilansir dari Speedweek, pembalap asal Inggris tersebut menegaskan bahwa kemajuan ini merupakan buah kolaborasi antara peningkatan kinerja teknis dari garasi serta adaptasinya sendiri terhadap elektronik motor. Mengenai awal musim yang sulit, ia menjelaskan bahwa situasi bisa berjalan berbeda jika para pembalap utama tidak mengalami cedera sejak awal.

Faktor lain yang membangkitkan optimisme jangka panjang adalah peralihan regulasi suplai ban ke Michelin mulai tahun 2027. Berdasarkan pengujian singkat di Cremona, karakteristik ban Michelin yang memiliki karkas lebih kaku dinilai sangat cocok dengan karakter sasis Honda Fireblade, memberikan secercah harapan besar untuk menantang dominasi rival terkuat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!