Paddock MotoGP kembali dihebohkan oleh pujian melambung tinggi yang dilontarkan oleh petinggi pabrikan asal Borgo Panigale usai balapan sengit di Sirkuit Sepang. Dilansir dari Motosan.es, Davide Tardozzi secara terbuka melayangkan sanjungan luar biasa kepada pembalap andalan mereka yang baru saja mengamankan kemenangan gemilang di Malaysia. Sang manajer tim menegaskan bahwa dominasi serta mentalitas yang ditunjukkan oleh bintang asal Cervera tersebut belum pernah ada bandingannya dalam sejarah kejuaraan dunia roda dua manapun.
Kemenangan terbaru di Sepang ini semakin menegaskan superioritas motor Desmosedici di tangan sang juara dunia delapan kali tersebut, sekaligus mempersembahkan titel kemenangan ketujuh bagi pabrikan Italia di sepanjang kalender musim ini. Kegembiraan jelas terpancar dari raut wajah Tardozzi ketika menyaksikan prosesi podium yang meriah, di mana ia melihat bagaimana kapasitas mental mampu menepis segala batasan fisik yang sempat menghantui karier sang pembalap dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam wawancara eksklusif bersama media, Tardozzi mengungkapkan kekagumannya secara tanpa ragu. "Saya harus memberikan selamat kepada Marc, karena ia kembali menjalani balapan yang sempurna tanpa cela. Seorang juara seperti dirinya tidak pernah ada di era manapun. Dia terus membuat kita terkagum-kagum, dan batasan fisiknya sama sekali bukan masalah berkat kekuatan mentalnya yang luar biasa. Saya yakin kombinasi Marc dan Ducati adalah sesuatu yang sangat krusial," ujar Tardozzi penuh antusias.

Di sisi lain, suasana di garasi pabrikan tidak sepenuhnya dipenuhi senyuman karena situasi kontras yang dialami oleh rekan setimnya. Tardozzi turut memberikan tanggapan blak-blakan mengenai keluhan teknis yang sempat dilontarkan oleh Pecco Bagnaia terkait ketidaknyamanan di atas kuda besi miliknya. Pembalap asal Turin tersebut tengah melalui fase paling pelik musim ini tanpa menemukan set-up yang pas, bahkan menyebut ada masalah fundamental yang belum terselesaikan sejak balapan tahun sebelumnya.
Menanggapi kebingungan tersebut, Tardozzi mengakui bahwa pihak manajemen tim bersama para insinyur elektronik andalan yang dulu mengantarkan sang pembalap meraih titel dunia kini berada dalam jalan buntu. "Sungguh, saya sama sekali tidak tahu apa yang ia maksud. Tidak ada satupun perubahan yang kami lakukan belakangan ini, bahkan dalam setahun terakhir, yang gagal mendongkrak performa Bagnaia. Kami tahu dia adalah seorang juara dengan kecepatan murni, tetapi saat ini para teknisi terdekatnya pun tidak punya strategi pasti setelah mencoba segala cara," ungkapnya jujur.
Meski dihadapkan pada misteri performa garasi sebelah, komitmen kubu Borgo Panigale untuk memulihkan bentuk terbaik pembalapnya tidak pernah surut sedikit pun. Tardozzi menegaskan bahwa perangkat keras yang digunakan di lintasan sepenuhnya identik dengan apa yang dikendarai oleh para peraih podium akhir pekan ini. "Kami selalu bilang tidak akan pernah berhenti membantunya. Bahkan kami telah merancang komponen khusus demi dirinya, meski sayangnya belum menemukan solusi yang tepat. Motornya tetap sama persis dengan yang dipakai Marc untuk menang hari ini serta motor yang membawa Alex Marquez naik podium. Kami benar-benar dibuat bingung dengan situasi ini," tutupnya. Simak analisis mendalam di sini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!