SPONSORED

Tardozzi: Kehilangan Poin di Mandalika Bukan Masalah Besar Bagi Ducati

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Tardozzi: Kehilangan Poin di Mandalika Bukan Masalah Besar Bagi Ducati
TO NEWS OVERVIEW
Tardozzi: Kehilangan Poin di Mandalika Bukan Masalah Besar Bagi Ducati

Menghadapi akhir pekan balapan di Sirkuit Mandalika, manajer tim Lenovo Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui bahwa kehilangan hingga 12 poin dalam klasemen kejuaraan dunia bukanlah hasil yang buruk. Pernyataan realistis ini muncul mengingat karakteristik lintasan tepi laut tersebut kerap menyulitkan paket motor pabrikan Borgo Panigale, serta rekam jejak kurang menguntungkan yang dimiliki oleh pembalap andalan mereka.

Dilansir dari Motorsport.com, situasi ini menjadi krusial karena Marc Marquez tengah berada dalam pertarungan sengit perebutan gelar juara dunia MotoGP. Meskipun pembalap asal Spanyol tersebut baru saja menyapu bersih poin maksimal pada balapan sebelumnya di Jepang, tantangan besar kini menanti di Indonesia. Karakteristik Sirkuit Mandalika dinilai tidak sepenuhnya cocok dengan karakter motor GP26, yang membuat kubu pabrikan Italia harus memasang target realistis dalam memitigasi selisih poin.

"Mandalika tidak cocok dengan motor kami secara optimal," ujar Davide Tardozzi kepada TNT Sports. Ketika disinggung mengenai target ideal di Indonesia, ia menambahkan dengan angka yang terukur, "Saya pikir kehilangan 10, 12 poin dapat dianggap tidak buruk." Meski demikian, sang manajer tim buru-buru menegaskan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak menyurutkan mentalitas kompetitif skuadnya yang tetap datang dengan misi utama memburu kemenangan.

Toprak Eyes Mandalika Turning Point Inspired By Past WorldSBK Glory
Read AlsoToprak Eyes Mandalika Turning Point Inspired By Past WorldSBK Glory

Marc Marquez dan Davide Tardozzi di garasi Ducati
Davide Tardozzi menilai GP Mandalika menjadi ujian berat bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar.

ADVERTISEMENT

Catatan historis di Mandalika memang menyimpan memori yang kurang ideal bagi Marc Marquez, di mana ia belum pernah sekalipun menyentuh garis finis dalam balapan utama di sirkuit tersebut. Tantangan semakin berat mengingat rival terdekatnya dalam perebutan takhta, Jorge Martin yang kini membela panji Aprilia Racing Team, tampil sebagai ancaman nyata dengan keunggulan tipis hanya dua poin di puncak klasemen sementara.

Kendati demikian, optimisme tetap terpancar dari dalam garasi Ducati berkat kepemimpinan sang juara dunia delapan kali tersebut. "Pada akhirnya, sekali lagi, dia adalah seorang pemimpin. Dia adalah seorang pemimpin di dalam garasi. Dia tahu bagaimana cara mendorong tim," pungkas Davide Tardozzi mengenai kapasitas mental Marc Marquez dalam menghadapi akhir pekan yang diprediksi bakal berjalan sangat ketat.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU