Lance Stroll akhirnya angkat bicara soal defisit performa yang selama ini membelit Aston Martin. Pebalap Kanada itu menyebut power unit Honda yang digunakan timnya kalah sekitar dua detik per lap dibandingkan benchmark kompetitif di grid Formula 1. Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari kubu Aston Martin setelah sekian lama hanya menjadi rumor di paddock.
Stroll mengungkapkan hal tersebut menjelang Grand Prix Malaysia, seraya menegaskan bahwa kelemahan di sektor tenaga menjadi momok utama yang sulit ditutupi oleh perbaikan sasis. “Kami kehilangan dua detik di mesin, jadi ini sangat sulit,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sirkuit seperti Baku dan Monza akan menjadi mimpi buruk karena karakter trek yang menuntut tenaga mesin maksimal.
Meski demikian, Stroll tetap optimistis dengan arah pengembangan mobil. “Mobil ini akan jauh lebih baik. Kami punya rencana dan arah yang jelas. Kami tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah downforce,” jelasnya. Namun ia mengakui bahwa ketidakpastian seputar performa mesin Honda pada awal musim 2027 menjadi tanda tanya besar yang belum bisa dijawab tim saat ini.

Kritik terhadap Honda sebenarnya sudah mencuat sejak awal musim. Adrian Newey, yang didatangkan sebagai direktur teknis, sempat melontarkan pernyataan kontroversial di Grand Prix Australia yang secara implisit menyalahkan pemasok power unit. Sejak itu, Newey memilih bungkam dan hubungan tim dengan Honda sempat memanas. Kini Stroll membuka kembali diskusi tersebut dengan data yang lebih konkret.
Honda sendiri tidak tinggal diam. Pabrikan Jepang itu telah memanfaatkan jendela ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) kedua setelah ICE mereka terukur lebih dari 4% di bawah benchmark Red Bull-Ford. Awalnya Honda hanya berencana melakukan satu upgrade musim ini, namun mereka berubah pikiran dan memperkenalkan turbocharger baru untuk mengatasi masalah turbo lag yang dikeluhkan kedua pebalap.
Meski begitu, masalah pemanenan dan penggelaran energi listrik masih menjadi kendala. Hal ini berdampak pada driveability dan konsistensi performa di lintasan. Upgrade yang dilakukan Honda belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan fundamental, terutama dalam hal efisiensi energi yang menjadi kunci di era regulasi saat ini.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Aston Martin berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, mereka memiliki paket aerodinamis yang terus berkembang berkat sentuhan Newey. Di sisi lain, keterbatasan power unit Honda membatasi potensi maksimal mobil. Stroll dan Fernando Alonso harus ekstra sabar menunggu perbaikan signifikan sebelum bisa bersaing di posisi terdepan.
Keputusan kedua pebalap untuk bertahan hingga 2027 menunjukkan komitmen jangka panjang, tetapi juga taruhan besar. Jika Honda tidak mampu menutup defisit dua detik, Aston Martin berisiko kembali tertinggal jauh di belakang tim-tim papan atas. Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek ambisius yang digawangi Aston Martin ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!