Guenther Steiner tidak tinggal diam. Mantan bos tim Haas itu melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, terkait pernyataannya yang menawarkan bantuan untuk membuat Fernando Alonso tetap kompetitif di Formula 1 bersama Aston Martin. Dalam episode podcast The Red Flags, Steiner menyebut pernyataan Ben Sulayem sebagai bentuk campur tangan yang tidak pada tempatnya.
“Tidak ada yang ‘berhak’ berada di sana. Bukan hanya di Formula 1. Kamu harus bekerja untuk berada di sana. Kamu harus ingin berada di sana, tapi tidak dengan kata ‘berhak’,” ujar Steiner. “Apa artinya berhak? Menurut saya, tidak ada yang berhak atas apa pun, baik dalam olahraga maupun hidup. Aston Martin harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Itu bukan masalah federasi.”
Kritik ini muncul setelah Ben Sulayem menyatakan bahwa kondisi Alonso yang tidak kompetitif menjelang Grand Prix Spanyol “tidak dapat diterima”. Ia bahkan berjanji akan berbicara langsung dengan pembalap Spanyol itu dan menawarkan bantuan melalui sistem ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) yang sempat disetujui FIA pada Mei lalu. Menurut Ben Sulayem, Alonso layak meninggalkan panggung balap dengan cara yang terhormat, bukan karena keterbatasan performa.

Steiner pun membandingkan situasi Aston Martin dengan tim pendatang baru Cadillac yang juga kesulitan mengumpulkan poin musim ini. “Jadi apa yang harus dikatakan Cadillac? ‘Oh, kami berhak lebih baik. Kami butuh bantuan’? Mereka butuh bantuan lebih banyak dari Aston Martin, karena Aston Martin bisa menolong diri mereka sendiri,” tegasnya.
Kontroversi ini mencuat di tengah musim 2026 yang berat bagi Aston Martin. Performa tim yang berbasis di Silverstone itu jauh dari ekspektasi, dan masa depan Alonso bersama tim masih abu-abu. Kontraknya akan berakhir pada akhir musim ini, memicu spekulasi tentang kemungkinan pindah ke Alpine atau bahkan pensiun.
Pernyataan Ben Sulayem sendiri sempat diklarifikasi oleh juru bicara FIA yang menyebut komentarnya terkait dengan sistem ADUO. Namun, bagi Steiner, campur tangan federasi dalam urusan performa tim adalah hal yang salah. Ia menekankan bahwa dalam olahraga, prestasi harus diraih melalui kerja keras, bukan belas kasihan.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Aston Martin atau Alonso terkait kritik Steiner. Namun, perdebatan ini menyoroti ketegangan antara FIA dan para pelaku tim mengenai batas intervensi dalam kompetisi. Musim 2026 masih panjang, dan bagaimana Aston Martin serta Alonso menyikapi tekanan ini akan menjadi salah satu cerita menarik untuk diikuti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!