Oliver Solberg langsung menggebrak di pembuka Rally Sardinia. Pembalap Toyota itu mencatat waktu tercepat di superspecial Ittiri Arena, unggul 0,8 detik atas rekan setimnya, Sebastien Ogier. Ini bukan sekadar kemenangan stage biasa—ini adalah pernyataan tegas bahwa perburuan gelar WRC musim ini masih jauh dari kata selesai.
Solberg, yang saat ini tertinggal 21 poin dari pemuncak klasemen Elfyn Evans, tahu betul apa yang harus dilakukan. “Targetnya jelas. Saya harus mencetak 35 poin. Saya harus memberikan segalanya dan tetap jauh dari masalah. Luar biasa bisa tetap bertarung setelah musim yang penuh naik-turun,” ujarnya usai stage. Ambisi itu terpancar dari cara dia menaklukkan lintasan pendek sepanjang 2,21 kilometer tersebut.
Di belakangnya, Elfyn Evans harus puas finis ketiga, terpaut 1,1 detik. Pembalap Wales itu kembali akan menjadi yang pertama melibas lintasan pada Jumat, artinya ia harus menyapu kerikil lepas—sebuah tugas berat yang bisa mengubah dinamika balapan. “Perasaannya cukup baik. Besok pasti menantang. Kami perlu mengemudi dengan baik dan melakukan yang terbaik. Tapi kami tidak bisa hanya santai menjalani reli ini,” kata Evans.

Sementara itu, Sami Pajari menutup sesi pembuka di posisi keempat, 1,5 detik di belakang Solberg. Pajari kini berada di peringkat kedua klasemen, terpaut 17 poin dari Evans. Pembalap Finlandia itu butuh hasil luar biasa di Sardinia untuk merebut gelar, dan Evans juga harus tersandung. “Ini baru sekadar cicipan dari akhir pekan yang mendebarkan. Saya sedikit melintang di sana-sini. Mulai besok, ini akan menjadi reli yang gila,” ujar Pajari.
Di kubu Hyundai, Thierry Neuville menempati posisi kelima tercepat, tertinggal 2,3 detik. Rekan setimnya, Dani Sordo, menyusul di posisi keenam, disusul pembalap Toyota Takamoto Katsuta. Adrien Fourmaux dari Hyundai menutup posisi delapan, diikuti Jon Armstrong dan Josh McErlean dari Ford. Di kelas WRC2, Teemu Suninen memulai dengan gemilang. Pembalap Toyota itu mengalahkan sesama Finlandia, Emil Lindholm, dengan selisih setengah detik.
Superspecial Ittiri Arena memang hanya pembuka, tapi getarannya sudah terasa hingga ke seluruh paddock. Dengan hanya 17 stage tersisa, setiap detik akan sangat berarti. Solberg telah mengirim pesan: dia tidak akan menyerah tanpa perlawanan. Evans di sisi lain harus waspada, karena menjadi penyapu jalan di gravel lepas bisa menjadi bumerang.
Balapan sebenarnya baru akan dimulai Jumat besok. Namun, atmosfer ketegangan sudah terasa. Akankah Solberg mampu menjaga momentum? Ataukah Evans dan Pajari yang justru memanfaatkan posisi start mereka? Yang jelas, Rally Sardinia 2026 akan menjadi salah satu pertarungan juara paling sengit dalam beberapa tahun terakhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!