Awal balapan Formula 1 yang dramatis langsung tersaji di Sirkuit Sepang dalam gelaran Grand Prix Bahrain di Malaysia. Berbagai insiden menegangkan mewarnai jalannya formasi awal, memicu gelombang kritik tajam dari para pembalap terhadap regulasi teknis anyar yang diterapkan musim ini.
Sergio Perez tidak tinggal diam dan secara terbuka melancarkan kritik pedas terhadap masalah teknis yang melanda sejumlah mobil di grid. Mantan pembalap Red Bull yang kini memperkuat Cadillac F1 Team tersebut menilai insiden mogok massal akibat bug perangkat lunak pada unit daya sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat ditoleransi oleh ajang balap sekelas Formula 1.
Situasi pelik semakin diperparah karena balapan sebelumnya memang sudah mengalami penundaan akibat kondisi cuaca buruk yang melanda lintasan. Ketika lampu menjelang start akhirnya padam, kegagalan tenaga pada beberapa mobil membuat suasana paddock mendadak tegang dan memicu perdebatan panjang di kalangan insinyur serta pejabat FIA.

"Rasanya seperti Anda berada di dalam go-kart sewaan dan waktu Anda habis," ungkap Sergio Perez kepada media termasuk RacingNews365, menggambarkan betapa frustrasinya ia saat mengendalikan mobil di tengah kekacauan sistem tersebut.
"Tentu saja apa yang terjadi tidaklah bagus. Saya yakin kita akan belajar darinya sebagai sebuah olahraga, tetapi apa yang terjadi sama sekali tidak dapat diterima oleh olahraga ini," tambahnya dengan nada tegas menyikapi masalah unit daya.
Di tengah kekacauan formasi tersebut, Sergio Perez yang memulai balapan dari barisan belakang mengambil keputusan strategis yang berani. Ia memutuskan masuk pit untuk mengganti ban licin (slick) ke kompon ban intermediate demi mengantisipasi trek basah.
Keputusan berjudi tersebut sempat membuahkan hasil manis ketika ia mampu melesat di depan para rivalnya dengan keunggulan waktu yang signifikan. Namun, keuntungan tersebut sirna seketika ketika mobil keselamatan (safety car) masuk ke trek dan merapatkan kembali barisan pembalap.
"Saya pikir itu akan mengering, karena ketika saya melakukan putaran untuk menuju grid, putaran formasi, yang pertama, hujan turun. Tetapi saya merasa itu terlalu dini untuk ban inter. Jadi ketika mengering, saya pikir itu akan mengering jauh lebih cepat daripada kenyataannya," jelas Sergio Perez.
"Tetapi pada putaran pertama, saya menyadari bahwa sangat sulit untuk menjaga mobil tetap berada di jalur. Jadi saya keluar dari keputusan itu. Itu adalah keputusan yang tepat. Kami memasukkan waktu sekitar 30 detik ke mobil di belakang. Kelihatannya hebat, tetapi sayangnya, mobil keselamatan datang dan mengumpulkan barisan, dan kami finis di tempat yang seharusnya," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!