Carlos Sainz harus menerima kenyataan pahit di Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Williams itu dijatuhi penalti turun lima posisi di grid karena mengabaikan bendera kuning saat sesi kualifikasi. Hukuman ini menghancurkan peluang Williams meraih posisi start terbaik mereka musim ini, yang sebelumnya akan melampaui capaian Alex Albon di P11 pada GP Monaco.
Ironisnya, insiden ini terjadi di hari yang sama ketika Sainz sudah diperiksa dan dinyatakan bersalah atas pelanggaran bendera kuning serupa. Namun, pada kasus pertama, ia hanya mendapat teguran karena adanya keadaan yang meringankan. Ketika itu, ia melintasi Tikungan 4 dan dianggap gagal mengurangi kecepatan, tetapi steward menilai periode singkat antara bendera kuning dikibarkan dan Sainz memasuki sektor marshal membuatnya tidak layak mendapat penalti grid.
Situasi berbeda terjadi di segmen ketiga kualifikasi. Steward mencatat bahwa Sainz justru mendapat peringatan dini dari timnya tentang adanya bendera kuning di Tikungan 3, tetapi tidak mengindahkannya dengan cukup. Radio tim saat itu berbunyi, “yellow ahead, yellow ahead, [Lando] Norris, just do a lift, do a lift, and complete the lap,” lalu disusul pesan “clear-clear” beberapa detik kemudian. Komunikasi ini tampaknya membuat Sainz berpikir bahwa bendera kuning sudah tidak relevan.

Dalam penjelasannya, Sainz berargumen bahwa ia bermaksud menunjukkan pengurangan kecepatan secara global di area kuning. Ia menganggap tidak perlu melambat di lintasan lurus dan berencana merespons saat mendekati dan keluar dari Tikungan 3. “Saya pikir ini adalah ‘global lift’ yang mencakup sektor kuning berurutan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa mobil Norris sudah tidak berada di area runoff, sehingga ia mengira bendera kuning akan segera dicabut.
Namun, steward tidak menerima interpretasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa ketika sektor marshal berurutan berada di bawah bendera kuning, pembalap harus menunjukkan reaksi signifikan untuk mengurangi kecepatan di setiap sektor kuning. Pengurangan di sektor berikutnya tidak bisa menggantikan kewajiban di sektor sebelumnya. Selain itu, kepatuhan tidak bergantung pada penilaian pembalap sendiri apakah bahaya masih ada atau tidak.
Meskipun benar bahwa Norris sudah meninggalkan area runoff saat itu, steward FIA tetap berpegang pada prinsip bahwa pembalap tidak boleh menilai sendiri validitas bendera kuning. Mereka menilai tidak adanya pengurangan kecepatan yang berarti di sektor marshal terkait sudah cukup menjadi alasan untuk memberikan penalti. Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Williams yang tengah berjuang memperbaiki performa di musim 2026.
Dengan penalti ini, Sainz harus memulai balapan dari posisi yang jauh lebih belakang, sementara Williams kehilangan kesempatan untuk menempatkan kedua mobil di posisi grid yang menguntungkan. Ini juga menjadi peringatan bagi tim-tim lain tentang pentingnya komunikasi radio yang jelas dan kepatuhan ketat terhadap protokol bendera kuning.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!