George Russell kembali ke podium tertinggi Formula 1 setelah menahan gempuran Max Verstappen dalam balapan penuh drama di Grand Prix Azerbaijan, Minggu. Pebalap Mercedes itu mengendalikan balapan di fase awal, namun dua periode Safety Car nyaris meruntuhkan keunggulannya. Verstappen, yang start dari posisi kedelapan, melesat luar biasa dan menempel ketat Russell hingga garis finis. Selisih akhir hanya 0,196 detik—kemenangan pertama Russell sejak Austria.
Balapan di Sirkuit Kota Baku berjalan sesuai skenario Russell di paruh pertama. Ia membangun gap yang nyaman dari rival-rival di belakang. Namun, Safety Car pertama keluar dan menghapus keunggulannya. Saat restart, Russell tetap memimpin, tetapi tekanan dari Verstappen mulai terasa. Pebalap Red Bull itu, yang sudah empat kali juara dunia, menunjukkan kecepatan luar biasa dan berhasil menembus kerumunan pembalap di depannya.
Memasuki lap-lap akhir, Verstappen semakin mendekat. Safety Car kedua membawa ia tepat di belakang sayap belakang Russell. Ketegangan memuncak. Verstappen mencoba segala cara untuk merebut posisi, namun Russell bertahan dengan cerdik. Pada lap terakhir, bendera kuning sempat berkibar, dan Russell mengangkat kaki dari pedal gas. Saat kembali menekan, ia kehilangan turbo—sebuah masalah teknis yang nyaris berbuah bencana. Verstappen mendapat satu peluang terakhir, tetapi tidak cukup untuk menyelesaikan manuver. Russell melintasi garis finis dengan selisih tipis.

“Sungguh luar biasa bisa kembali ke podium tertinggi,” ujar Russell usai balapan. “Saya ingin berterima kasih kepada tim karena mereka terus percaya pada saya melalui momen sulit. Ini akhir pekan yang membanggakan. Paruh pertama terasa mulus, tapi saat Safety Car keluar dan saya melihat Max di belakang, saya tahu ini tidak akan mudah. Dia mengemudi dengan luar biasa. Dan ketika bendera kuning keluar, saya kehilangan turbo, tidak ada tenaga. Max hampir saja menyalip saya di garis. Itu akan sangat memalukan. Tapi secara keseluruhan, akhir pekan yang luar biasa.”
Di belakang duo terdepan, Isack Hadjar tampil impresif dengan finis ketiga—podium ketiganya di musim ini—setelah comeback dari cedera pergelangan tangan. Charles Leclerc harus puas di posisi keempat, sementara Kimi Antonelli finis kelima setelah start dari posisi ke-16. Oscar Piastri yang sempat berada di posisi kedua harus mengalami nasib nahas. Ia jatuh ke belakang Verstappen saat restart Safety Car pertama, lalu keluar lintasan saat bertahan dari Hadjar di restart kedua, dan akhirnya finis di luar poin.
McLaren mengalami hari buruk. Lando Norris menjadi salah satu dari enam pembalap yang gagal finis, tiga di antaranya akibat tabrakan di Tikungan 1 pada restart Safety Car kedua. Norris menjadi korban tak bersalah setelah rekan setim di Alpine, Franco Colapinto dan Pierre Gasly, bertabrakan dan menyeretnya keluar. Insiden itu juga mengakhiri balapan bagi beberapa pembalap lain. Sementara itu, tim Haas meraih hasil positif. Esteban Ocon dan Oliver Bearman sama-sama finis di zona poin, memberi Haas poin pertama sejak Monaco. Ocon awalnya finis ketujuh, tetapi Arvid Lindblad menyalipnya tepat di garis finis, membuat Ocon harus puas di posisi kedelapan di belakang Lewis Hamilton. Bearman finis kesembilan, di depan Carlos Sainz yang juga memberikan poin pertama bagi Williams sejak Monaco.
Kemenangan Russell dan finis kelima Antonelli memangkas jarak di klasemen pembalap. Antonelli kini memimpin atas rekan setimnya dengan selisih 66 poin. Dengan hasil ini, persaingan gelar semakin memanas. Russell membuktikan bahwa Mercedes masih bisa bersaing di papan atas, sementara Verstappen tetap menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan. Balapan berikutnya akan menjadi ujian bagi tim-tim untuk menjaga konsistensi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!