Formula 1, Sportrik Media - Red Bull Racing tengah menilai secara hati-hati kelanjutan program tes pramusim Formula 1 2026 mereka di Barcelona, setelah Isack Hadjar mengalami kecelakaan pada penghujung hari kedua pengujian.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa sore di Circuit de Barcelona-Catalunya, ketika Hadjar kehilangan kendali di Tikungan 14 dan menghantam pembatas lintasan, menyebabkan kerusakan pada mobil RB22. Kejadian ini mengakhiri lebih cepat program lintasan Hadjar pada hari itu.
Momen sulit tersebut datang hanya sehari setelah pembalap asal Prancis itu mencatatkan performa kuat untuk tim barunya, termasuk menempati posisi teratas pada catatan waktu hari pertama tes. Namun, kondisi lintasan pada hari kedua jauh lebih menantang, dengan hujan mendominasi sebagian besar sesi dan meningkatkan risiko bagi para pembalap yang mengendarai mobil generasi baru.
Dengan program hari Selasa yang sebagian besar berlangsung dalam kondisi basah, fokus Red Bull kini beralih pada proses perbaikan mobil dan penentuan kapan RB22 dapat kembali turun lintasan. Prinsipal tim Laurent Mekies menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah memastikan kondisi pembalap sebelum memikirkan kelanjutan program teknis.
“Tidak ada kesempatan menggunakan ban kering, tetapi kami mendapatkan beberapa pembelajaran penting di kondisi basah,” ujar Mekies.
“Sayangnya hari itu tidak berakhir dengan cara yang kami inginkan. Namun yang terpenting adalah Isack dalam kondisi baik.”
Mekies menjelaskan bahwa tim akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki mobil dan menilai langkah selanjutnya berdasarkan situasi yang berkembang di sisa waktu tes.
“Kami akan mencoba yang terbaik untuk memperbaiki mobil dan melihat apa langkah berikutnya.”
Ia juga menekankan bahwa kondisi lintasan yang sangat sulit pada sesi sore menjadi faktor utama di balik insiden tersebut.
“Kondisinya sangat rumit sore ini, jadi sangat disayangkan hasilnya berakhir seperti itu, tetapi ini adalah bagian dari permainan.”
Meski demikian, Mekies menilai konteks keseluruhan tes Red Bull tetap positif, terutama jika melihat capaian pada hari pertama.
“Kesulitan ini datang setelah hari yang sangat, sangat positif kemarin, baik dari sisi jumlah lap yang bisa diselesaikan Isack, maupun dari sisi proses pembelajaran, pengembangan, dan umpan baliknya kepada para insinyur.”
Red Bull telah menggunakan dua dari tiga hari jatah pengujian mereka di Barcelona, yakni pada Senin dan Selasa. Artinya, tim kini hanya memiliki satu hari tersisa untuk menjalankan mobil pada tes tertutup pekan ini.
Dengan prakiraan cuaca yang kembali menunjukkan potensi hujan, Mekies mengakui bahwa keputusan mengenai hari terakhir pengujian harus diambil dengan sangat cermat agar Red Bull dapat memaksimalkan nilai teknis dari sisa waktu yang tersedia.
“Daftar pekerjaan kami terlalu panjang untuk bisa diselesaikan hanya dalam beberapa hari di Barcelona,” jelasnya.
“Jadi ini selalu soal menentukan prioritas, mencoba tetap fleksibel, dan menyesuaikan program ketika muncul kesulitan atau ketika kami menemukan arah pengembangan yang menarik untuk dikejar.”
Dengan hanya satu hari tersisa, Red Bull dituntut untuk menyeimbangkan antara kebutuhan perbaikan, pengumpulan data tambahan, dan mitigasi risiko di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami hanya memiliki satu hari lagi, jadi kami harus memastikan memainkan kartu itu dengan sangat hati-hati,” tutup Mekies.
Situasi ini menempatkan Red Bull pada posisi strategis yang sensitif menjelang fase pengujian berikutnya. Keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan akan berperan penting dalam menentukan seberapa siap tim menghadapi tantangan awal era Formula 1 2026, terutama dengan paket teknis baru yang masih berada pada tahap pemahaman awal.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!