MotoGP, Sportrik Media - Raul Fernandez mengakhiri rangkaian tes pramusim MotoGP dengan perasaan campur aduk antara lega, puas, dan evaluasi kritis terhadap performanya sendiri. Pebalap Spanyol dari Trackhouse MotoGP Team itu menegaskan bahwa pekerjaan teknis utama telah diselesaikan, meski ia mengakui masih terdapat ruang perbaikan signifikan, khususnya dalam performa kualifikasi jelang musim 2026.
Bagi Fernandez, menyelesaikan seluruh sesi pengujian dalam kondisi fisik yang sangat menuntut merupakan indikator positif tersendiri. Ia mengakui sudah lama tidak menutup tes dengan tingkat kelelahan seperti ini, sesuatu yang ia kaitkan dengan intensitas pekerjaan serta persiapan fisik selama musim dingin.
“Ini penting bagi saya. Saya senang bisa menyelesaikan tes dan benar-benar kelelahan, karena sudah lama saya tidak merasakan kondisi seperti ini.”
Di luar aspek personal, Fernandez menyoroti nilai strategis tes tersebut dari sisi teknis, terutama terkait aerodinamika. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan aero harus diambil pada fase ini, karena keterbatasan waktu homologasi menjelang seri pembuka musim.
“Seluruh paket aerodinamika diputuskan di sini, bukan di Thailand, karena tidak ada cukup waktu untuk melakukan homologasi apa pun. Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang baik dan semuanya berjalan sesuai rencana.”
Meski paket teknis telah dipastikan, Fernandez mengakui tes kembali menyingkap persoalan lama yang belum sepenuhnya terpecahkan, yakni kesulitan dalam mencatatkan kecepatan satu lap. Masalah tersebut, menurutnya, mengingatkan pada situasi yang juga dialami sejak pertengahan musim lalu, terutama saat menggunakan ban lunak dalam simulasi kualifikasi.
“Kami mengalami sedikit deja vu. Ketika saya mencoba meningkatkan performa, masalah dengan ban lunak muncul lagi. Cengkeramannya terlalu kuat dan saya tidak bisa merasa sepenuhnya nyaman dengan motor.”
Fernandez menjelaskan bahwa gaya balapnya secara alami lebih cocok dengan kondisi grip yang lebih rendah, sebuah karakteristik yang menurutnya justru membantu performa kualifikasi pada fase tertentu musim sebelumnya. Ia menilai karakter ini masih dapat dioptimalkan seiring meningkatnya pemahaman terhadap paket motor.
“Saya selalu mengemudi lebih baik dengan cengkeraman yang lebih rendah. Ketika grip mulai turun, saya bisa menggunakan ban depan dengan lebih baik.”
Ia juga menyinggung pentingnya pengalaman di dalam garasi, termasuk perbandingan dengan Marco Bezzecchi, serta perbedaan kecepatan penyelesaian masalah antara tim satelit dan tim pabrikan. Meski demikian, Fernandez menegaskan keyakinannya bahwa proyek Trackhouse berada di jalur yang tepat dan fondasi teknis yang dipilih sudah cukup solid untuk menghadapi awal musim.
“Saya senang. Motornya sudah diputuskan, sangat mirip dengan motor Marco, dan saya yakin motor ini akan bekerja dengan baik sepanjang tahun.”
Fernandez menutup evaluasinya dengan menempatkan catatan waktu tes dalam konteks kondisi lintasan yang sangat berkembang akibat penggunaan intensif selama beberapa hari berturut-turut. Ia menilai pekerjaan yang telah dilakukan memberikan dasar kuat untuk melanjutkan pengembangan menuju Buriram dan fase awal MotoGP 2026.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!