George Russell akhirnya menunjukkan performa terbaiknya sepanjang musim ini dengan meraih kemenangan di Grand Prix Azerbaijan. Sirkuit jalanan Baku menjadi panggung bagi pembalap Mercedes itu untuk mendominasi sejak sesi latihan hingga balapan. Kemenangan ini tidak hanya menegaskan kecepatannya, tetapi juga ketenangannya dalam menghadapi tekanan, terutama dari Max Verstappen di akhir balapan.
Sejak awal akhir pekan, Russell tampil impresif. Ia meraih pole position dengan lap yang luar biasa, memanfaatkan kesalahan Kimi Antonelli untuk mengamankan posisi start terdepan. Di balapan, Russell mengendalikan ritme sejak stint pertama, lalu menahan gempuran Verstappen di stint terakhir yang berlangsung intens. "Ini adalah level terbaik yang pernah saya capai musim ini," ujar Russell usai balapan.
Verstappen harus puas finis kedua setelah start dari posisi kedelapan. Pembalap Red Bull itu mengalami defisit tenaga pada unit power-nya, yang memaksa penggantian komponen sebelum balapan dan merusak strategi kualifikasinya. Meski demikian, ia nyaris menang, tertinggal hanya beberapa persepuluh detik. Keberuntungan safety car membantunya, namun ia tetap membutuhkan team order untuk tetap di depan Isack Hadjar di stint pertama. "Saya akhirnya bisa menunjukkan kecepatan saya dalam mengejar Russell setelah pit stop," kata Verstappen.

Sayangnya, balapan Carlos Sainz harus berakhir lebih cepat. Pembalap Ferrari itu tampil dominan di grup tengah dan berada di posisi ketujuh ketika insiden dengan Franco Colapinto mengakhiri perlombaannya. Sainz mengaku memiliki keseimbangan mobil terbaik dan kepercayaan diri tertinggi di Baku selama beberapa tahun terakhir. "Akhir pekan yang luar biasa, hancur karena kesalahan orang lain," sesalnya.
Charles Leclerc kembali setelah absen hampir dua bulan dan langsung menunjukkan performa solid. Start dari posisi keempat, ia finis ketiga dan merasa jika tidak ada jeda panjang, ia bisa memulai dari baris depan. Leclerc lebih cepat dari Verstappen di stint pertama, meski menggunakan ban soft sementara rekan setimnya memakai medium. "Saya tidak bisa diminta lebih pada akhir pekan pertama saya kembali," ujarnya.
Sementara itu, Lando Norris harus puas finis keempat setelah start dari baris depan. Kualifikasinya di posisi kedua sebenarnya sebuah pencapaian, namun ia tidak mampu mempertahankan posisi di balapan. Mercedes dan Red Bull masih terlalu kuat, sementara Ferrari menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya terealisasi.
Grand Prix Azerbaijan 2026 akan dikenang sebagai balapan yang penuh drama dan ujian bagi para pembalap. Sirkuit Baku kembali membuktikan bahwa temboknya tidak kenal ampun, dan hanya yang terbaik yang bisa bertahan. Russell tampil sebagai yang terbaik, tetapi rival-rivalnya tidak akan tinggal diam.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!