SPONSORED

Rahasia Kecepatan Red Bull di GP Azerbaijan 2026

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Rahasia Kecepatan Red Bull di GP Azerbaijan 2026
TO NEWS OVERVIEW
Rahasia Kecepatan Red Bull di GP Azerbaijan 2026

Max Verstappen dan Isack Hadjar membawa Red Bull Racing meraih podium ganda pertama mereka di Grand Prix Azerbaijan 2026, sebuah pencapaian yang mengakhiri penantian hampir dua setengah tahun. Keberhasilan ini tak lepas dari pemanfaatan maksimal unit daya yang dikenal paling bertenaga di grid, meski harus diakui masalah teknis pada kualifikasi sempat menghambat potensi hasil yang lebih baik.

Max Verstappen dan Isack Hadjar merayakan podium ganda Red Bull di GP Azerbaijan 2026
Max Verstappen dan Isack Hadjar merayakan podium ganda Red Bull di GP Azerbaijan 2026. (Foto: Joe Portlock/Getty Images)

Pada sesi kualifikasi, Max Verstappen mengalami masalah pada internal combustion engine (ICE) yang membuatnya hanya bisa menempati posisi kedelapan di grid. Meski demikian, tim Red Bull bergerak cepat dengan mengganti mesin sebelum balapan, dan keputusan itu terbukti jitu. Verstappen dan Hadjar mampu melesat melalui para rival, finis di posisi kedua dan ketiga, dan menunjukkan bahwa performa mobil RB22 di Sirkuit Baku sangat kompetitif.

Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, mengungkapkan bahwa kunci kecepatan terletak pada unit daya yang luar biasa, namun harus dioperasikan dalam jendela performa yang sempit. “Kami memiliki PU yang fantastis, tetapi kami memiliki rentang yang cukup sempit untuk menggunakannya secara optimal. Butuh kerja keras dari semua orang di Milton Keynes dan di sirkuit untuk menjaga kami tetap berada di jendela performa itu,” ujarnya. Mekies menambahkan bahwa setiap sirkuit memiliki tantangan tersendiri dalam hal manajemen energi, deployment, dan tenaga, dan itu menjadi pekerjaan rumah harian tim.

Red Bull's Speed Secret at the 2026 Azerbaijan GP
Read AlsoRed Bull's Speed Secret at the 2026 Azerbaijan GP

Data kecepatan puncak menegaskan dominasi tenaga Red Bull. Liam Lawson dari tim satelit Racing Bulls, yang menggunakan mesin sama, mencatat kecepatan tertinggi 349,4 km/jam, sementara Verstappen dan Hadjar sama-sama masuk dalam 10 besar kecepatan tertinggi. Ini memberi mereka senjata untuk menyalip rival di trek lurus panjang Baku. Mekies pun mengakui bahwa tanpa masalah kualifikasi, hasil yang lebih baik mungkin bisa diraih. “Kami mengalami dua masalah berbeda pada unit daya. Itu merugikan kami kemarin. Tapi itulah balapan. Jujur, Max sangat kuat sejak Jumat dan mungkin akan memperebutkan barisan depan atau lebih tanpa masalah PU. Jadi memperbaikinya hari ini dengan mesin baru memungkinkan kami kembali ke level kompetitif yang kami harapkan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Bagi Red Bull Racing, podium ganda ini menjadi suntikan moral penting di tengah musim yang didominasi Mercedes. Verstappen sendiri menilai Baku sebagai peluang terbaik—dan mungkin terakhir—untuk meraih kemenangan pada 2026, mengingat Mercedes diperkirakan akan terus tampil kuat di sisa musim. Meski belum meraih kemenangan, hasil di Azerbaijan menunjukkan bahwa Red Bull masih memiliki senjata untuk bersaing di trek yang mengandalkan tenaga mesin.

Dengan performa unit daya yang mumpuni dan manajemen energi yang tepat, Red Bull membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bisa diabaikan. Podium ganda ini juga menjadi jawaban atas keraguan setelah mobil mereka sempat dianggap hanya kecepatan keempat di beberapa balapan sebelumnya. Kini pertanyaannya, apakah mereka bisa menjaga konsistensi di sirkuit-sirkuit berikutnya yang mungkin tidak sebaik Baku untuk karakter mobil mereka?

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU