SPONSORED

Pol Espargaro: Aprilia Makin Mengancam, Ducati Mulai Tertekan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Pol Espargaro: Aprilia Makin Mengancam, Ducati Mulai Tertekan TO NEWS OVERVIEW
© MotoGP.com

Pol Espargaro, analis DAZN, mengomentari Grand Prix Silverstone yang berakhir dengan dominasi telak Aprilia. Pabrikan Noale berhasil mengunci podium, dan Raul Fernandez tampil sebagai pemenang yang membuat namanya masuk dalam daftar calon juara dunia. Namun, di balik kejayaan Aprilia, ada cerita lain yang tak kalah menarik: Ducati yang justru sedang terpuruk.

Menurut Espargaro, Ducati datang ke Silverstone dengan harapan besar. Sayap aerodinamis baru yang dipasang di motor Jorge Martin menunjukkan keseriusan mereka mengejar performa terbaik. "Mereka bahkan meningkatkan downforce, yang sangat dibutuhkan di sirkuit seperti Silverstone. Mereka lebih cepat dari tahun lalu, tapi juga jauh lebih cepat dari Ducati yang justru kehilangan grip dan menghabiskan ban lebih cepat," ujarnya.

Raul Fernandez, Kandidat Juara yang Semakin Nyata

Kemenangan Raul Fernandez di Silverstone bukan sekadar hasil kebetulan. Espargaro menilai pembalap Spanyol itu mampu tampil konsisten dalam dua situasi sulit: tekanan karena belum punya motor untuk musim depan, dan ekspektasi tinggi setelah kontraknya diperpanjang. "Dia sudah dekat. Anda bisa mendapat 37 poin dalam satu akhir pekan, dan dia hanya butuh satu langkah lagi. Saya pikir dia adalah kandidat juara yang jelas," tegasnya.

Fernandez Dominates Silverstone to Claim Maiden MotoGP Victory
Read AlsoFernandez Dominates Silverstone to Claim Maiden MotoGP Victory

Di sisi lain, Jorge Martin justru tampil lebih solid dan percaya diri. Meski sempat kesulitan di awal balapan, ia berhasil memperkuat posisinya di puncak klasemen. "Akhir pekan ini menunjukkan bahwa Ducati sedang menderita. Bukan hanya Marc, tapi juga tim pabrikan. Pecco Bagnaia punya akhir pekan yang buruk. Tapi Jorge Martin kini bisa berpikir, kenapa tidak merebut gelar?" kata Espargaro.

ADVERTISEMENT

Marc Marquez yang Hilang

Sorotan tajam juga tertuju pada Marc Marquez yang start dari posisi keenam dan kesulitan akibat degradasi ban belakang. Espargaro menyebut Marquez tampil "bukan seperti Marc yang kita kenal"—pembalap yang biasanya eksplosif dan agresif. "Dia menahan diri sepanjang balapan karena tahu ban belakangnya akan aus. Hasilnya jelas tidak bagus," ungkapnya.

Pol Espargaro juga menyoroti performa Marco Bezzecchi yang meraih dua podium dan mencetak rekor trek pada hari Jumat, serta kecelakaan Ai Ogura yang menjadi satu-satunya Aprilia yang tersingkir. "Ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara kecepatan dan kesalahan di MotoGP saat ini," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU