Pirelli tengah mempersiapkan ban dengan tingkat degradasi yang lebih tinggi untuk musim Formula 1 2027, langkah yang berpotensi mengubah strategi balapan dan mengurangi dominasi balapan satu kali pit stop. Chief Engineer Pirelli, Simone Berra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja keras untuk menciptakan ban yang tidak hanya cepat tetapi juga mampu menghadirkan tantangan lebih besar bagi tim dan pembalap.
Selama musim 2026, banyak balapan yang berjalan dengan strategi satu kali pit stop. Tercatat sembilan dari 15 grand prix yang telah digelar tahun ini dimenangkan oleh pembalap yang hanya melakukan satu kali pit stop. Fenomena ini sebagian besar disebabkan oleh desain ban 2026 yang dikembangkan berdasarkan estimasi dan prediksi dari tim mengenai karakteristik mobil generasi baru. Sayangnya, data simulasi antar tim bervariasi hingga 30%, yang berarti perbedaan waktu putaran bisa mencapai empat detik. Hal ini membuat Pirelli harus membuat ban yang dapat mengakomodasi seluruh spektrum kondisi.
Berbeda dengan pengembangan ban 2026 yang hanya menggunakan mobil 'mule' dengan aerodinamika dasar, ban 2027 telah diuji menggunakan mobil dan power unit 2026 yang sebenarnya. Uji coba terbaru dilakukan di Sirkuit Imola setelah GP Spanyol, di mana Ferrari (Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Antonio Giovinazzi) serta Racing Bulls (Liam Lawson dan Arvid Lindblad) menuntaskan total 400 lap. Uji ini memberikan gambaran yang lebih jelas bagi Pirelli untuk mengembangkan ban yang diinginkan.

Berra menjelaskan bahwa target utama bukan lagi soal keseimbangan atau stabilitas mobil, melainkan menciptakan degradasi yang lebih tinggi. "Kami bekerja pada struktur ban untuk menghasilkan lebih banyak degradasi. Kami memeriksa berbagai solusi untuk menciptakan degradasi pada ban depan dan solusi lain pada poros belakang," ujarnya. Meski enggan merinci solusi teknisnya, Berra menegaskan bahwa ide dasarnya adalah meningkatkan tingkat penurunan performa karena selama ini degradasi dinilai terlalu rendah. Pendekatan ini melibatkan modifikasi struktur ban untuk menghasilkan lebih banyak panas dan degradasi termal.
Langkah Pirelli ini mendapat dukungan penuh dari Formula 1 yang ingin melihat persaingan lebih ketat dan strategi yang lebih beragam. Dengan ban yang lebih mudah terdegradasi, tim harus lebih cermat dalam merencanakan pit stop, dan balapan bisa menjadi lebih tidak terduga. Hal ini juga sejalan dengan upaya F1 untuk meningkatkan kualitas tontonan dan mengurangi dominasi strategi satu pit stop yang dianggap monoton.
Uji coba berikutnya untuk ban 2027 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Magny-Cours, Prancis, pada pertengahan Oktober. Sirkuit ini memiliki sistem penyiraman buatan yang dapat mensimulasikan kondisi basah, sehingga Pirelli dapat menguji ban dalam berbagai kondisi cuaca. Selain itu, Pirelli masih harus menentukan rentang kompon ban untuk musim depan, yang akan menjadi topik diskusi tersendiri.
Dengan ban yang lebih mudah terdegradasi, para pembalap seperti Lando Norris yang memenangkan GP Hungaria dengan tiga pit stop mungkin akan semakin sering menghadapi balapan yang menuntut manajemen ban cermat. Perubahan ini bisa menjadi angin segar bagi tim-tim yang jago dalam strategi, namun juga menjadi tantangan bagi mereka yang mengandalkan kecepatan murni. Musim 2027 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling menarik dalam hal taktik balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!