SPONSORED

Piastri Ungkap AI di F1 2026 Kurangi Kontrol Pembalap

Notifikasi
0
Piastri Ungkap AI di F1 2026 Kurangi Kontrol Pembalap
TO NEWS OVERVIEW
Oscar Piastri has made a damning admission over the AI in the current generation of F1 cars

Oscar Piastri tidak biasanya blak-blakan. Tapi ketika ditanya soal pengalaman mengemudikan mobil Formula 1 generasi 2026, pembalap McLaren itu buka suara. Ia mengaku sistem AI onboard yang mengatur distribusi daya listrik dan mesin pembakaran membuatnya kadang merasa seperti penumpang, bukan pengemudi.

Musim 2026 memang baru berjalan beberapa seri, tapi Piastri sudah merasakan betapa rumitnya menaklukkan mobil dengan komposisi tenaga hampir 50:50 antara listrik dan mesin bensin. Ia belum meraih kemenangan, dan tekanan untuk beradaptasi semakin besar. Namun, yang lebih mengganggu bukan sekadar performa, melainkan bagaimana perangkat lunak di dalam mobil mempelajari sirkuit dan secara otomatis mengatur deployment baterai.

“Kadang iya,” jawab Piastri singkat ketika ditanya apakah ia merasa seperti penumpang dari sistem AI, dalam sesi wawancara dengan media termasuk Motorsport Week. Ia lalu menjelaskan bahwa masalah ini bakal lebih terasa di sirkuit dengan trek lurus panjang seperti Spa-Francorchamps atau Silverstone. “Di Hungaroring atau Zandvoort, saya tidak berharap ada masalah besar, karena trek lurusnya jauh lebih pendek. Jadi kalaupun ada perbedaan, efeknya jauh lebih kecil.”

Pedro Acosta Wins Maiden MotoGP in Austria 2026, Marquez Warned
Read AlsoPedro Acosta Wins Maiden MotoGP in Austria 2026, Marquez Warned

Piastri menyoroti prinsip dasar yang sulit dicerna: mengemudikan mobil balap yang kehilangan hampir setengah tenaganya sebelum akhir trek lurus. “Itu sulit dimengerti,” ujarnya. Ia lalu memberikan contoh konkret di Spa, di mana sektor tengah sering kali hanya mengandalkan mesin pembakaran tanpa bantuan baterai sama sekali. “Rasanya aneh, beberapa tikungan punya tenaga tertentu, tikungan lain bertenaga penuh. Itu pengalaman yang membingungkan.”

ADVERTISEMENT

Yang membuat frustrasi, lanjut Piastri, adalah perbedaan kecil dalam kode perangkat lunak dan perilaku mesin bisa berdampak besar pada waktu putaran. “Di Spa, saya rasa hanya ada selisih sembilan perseratus detik yang memisahkan empat posisi. Padahal, banyak pembalap kehilangan lebih dari sembilan perseratus hanya karena hal-hal di luar kendali mereka,” ungkapnya. Komentar ini menyoroti betapa sensitifnya kompetisi di era baru ini, di mana faktor non-manusiawi bisa jadi penentu.

Umpan balik Piastri ini menjadi cerminan tantangan yang dihadapi Formula 1 dengan regulasi 2026. Mobil-mobil kini lebih canggih, tapi juga lebih otonom dalam mengambil keputusan. Bagi pembalap, merasa seperti penumpang adalah hal yang tabu. Mereka ingin memegang kendali penuh, bukan sekadar mengawasi algoritma.

McLaren sendiri tengah berjuang mengoptimalkan paket mobil mereka. Piastri dan timnya harus segera menemukan keseimbangan antara memanfaatkan teknologi AI dan menjaga sensasi mengemudi yang murni. Jika tidak, bukan tidak mungkin gelar juara akan semakin jauh dari jangkauan. Sementara itu, rival-rival seperti Max Verstappen dan Charles Leclerc juga diprediksi menghadapi dilema serupa. Kompetisi musim ini tidak hanya soal kecepatan, tapi juga soal siapa yang paling bisa berdamai dengan kecerdasan buatan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU