SPONSORED

Piastri Respons Kekhawatiran McLaren soal Gaya Balapnya

Notifikasi
0
Piastri Respons Kekhawatiran McLaren soal Gaya Balapnya
TO NEWS OVERVIEW
Oscar Piastri has opened up further on his difficulties with adapting to the 2026 cars. Image: XPB Images

Oscar Piastri buka suara menanggapi kekhawatiran McLaren soal gaya balapnya yang dinilai belum sepenuhnya cocok dengan regulasi anyar. Menjelang Grand Prix Azerbaijan, pembalap asal Melbourne itu mengakui bahwa pendekatan yang dulu membuatnya bersinar kini tak lagi efektif.

Kekhawatiran itu pertama kali dilontarkan oleh Andrea Stella, yang menyebut Piastri masih "mengemudi sambil berpikir" dan butuh hubungan lebih intuitif dengan MCL40. Menanggapi hal itu, Piastri tak menampik. “Mobil tahun ini, terlepas dari power unit, sangat berbeda dari sebelumnya,” ujarnya di sesi konferensi pers. “Banyak hal yang dulu berhasil kini tidak lagi. Jadi kami harus mencari cara lain.”

Piastri menegaskan bahwa solusi tidak bisa instan. “Tidak sesederhana menemukan satu arah lalu langsung berhasil. Anda harus terus beradaptasi, dan itu yang membuat semuanya rumit karena solusinya selalu berubah,” jelasnya. Ia merasa ada kemajuan, tetapi belum berada di titik ideal.

F1 2027 Driver Market Heats Up in Baku: Who Goes Where?
Read AlsoF1 2027 Driver Market Heats Up in Baku: Who Goes Where?

Stella sebelumnya mengungkapkan bahwa McLaren telah menambah dukungan teknis untuk Piastri. Pembalap berusia 25 tahun itu merasakan upaya tersebut, namun keterbatasan waktu di lintasan membuat setiap ide harus dipilih dengan hati-hati. “Kami mencoba segala hal, tapi dengan waktu terbatas, Anda tidak bisa asal coba,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Proses adaptasi ini tidak berjalan mulus. “Kemajuannya tidak linear. Ada yang berhasil, ada yang gagal, dan kami masih di fase itu,” akunya. Ia mencontohkan balapan terakhir di mana mobil pada akhirnya kompetitif, tetapi tetap sulit mengeluarkan potensi maksimal.

Baku menjadi tempat dengan kenangan kontras bagi Piastri. Pada 2024 ia meraih kemenangan dramatis setelah menyalip Charles Leclerc, tetapi pada 2025 ia crash di kualifikasi dan lap pembuka balapan. “Mungkin balapan terbaik dan terburuk saya terjadi di sirkuit ini,” kenangnya. “Sirkuit ini sangat menuntut kepercayaan diri, dan Anda harus berani mendorong batas.”

Elemen kepercayaan diri itu juga berkaitan dengan adaptasi yang masih ia lakukan bersama MCL40. Piastri yakin bisa mengatasinya, tetapi butuh waktu dan pendekatan yang tepat. Dengan dukungan tim yang terus mengalir, ia berharap bisa segera menemukan ritme yang hilang.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU