Peluang Max Verstappen untuk ambil bagian dalam balapan ketahanan Nürburgring 24 Hours kini terbuka setelah perubahan jadwal penting menghilangkan benturan langsung dengan kalender Formula 1 musim ini.
Sebelumnya, seluruh seri pendukung Nürburgring Langstrecken-Serie (NLS) yang diwajibkan sebagai balapan persiapan selalu bertepatan dengan akhir pekan grand prix Formula 1. Kondisi tersebut menjadi penghalang utama bagi Verstappen, yang secara terbuka telah lama menyatakan minatnya untuk turun di ajang ketahanan legendaris tersebut.
Minat Verstappen terhadap Nürburgring bukan sekadar wacana. Pada musim lalu, pembalap Red Bull Racing itu menjalani debut balap resminya di lintasan tersebut dengan menjuarai balapan empat jam bersama rekan setimnya, Chris Lulham. Hasil tersebut semakin memperkuat ambisinya untuk menargetkan lomba 24 jam penuh.
Namun, regulasi Nürburgring 24 Hours mensyaratkan keikutsertaan dalam setidaknya satu balapan NLS sebagai ajang persiapan. Seluruh balapan tersebut semula berbenturan langsung dengan agenda Formula 1, sehingga membuat partisipasi Verstappen secara logistik nyaris mustahil.
Situasi itu kini berubah setelah penyelenggara NLS mengumumkan revisi jadwal. Seri NLS kedua dipajukan satu pekan dan kini dijadwalkan berlangsung di antara Grand Prix China dan Grand Prix Jepang Formula 1. Celah kalender ini secara efektif membuka opsi bagi Verstappen untuk tampil tanpa harus melewatkan kewajiban Formula 1.
Perubahan tersebut berarti Verstappen berpotensi mengikuti balapan persiapan sebelum Nürburgring 24 Hours yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Mei. Keputusan akhir tetap bergantung pada kesiapan program Formula 1 Red Bull serta pertimbangan fisik dan logistik pembalap.
Dalam pernyataan resminya, pihak NLS menegaskan bahwa revisi kalender dilakukan dengan tujuan strategis untuk memperluas partisipasi internasional.
“Kami sedang mengubah arah bagi olahraga ini dan bagi wilayah kami,” demikian pernyataan resmi dari Nürburgring NLS.
Penyelenggara menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dimaksudkan untuk memanfaatkan jeda kalender Formula 1 yang jarang terjadi, sekaligus meningkatkan daya tarik global kejuaraan.
“Untuk memaksimalkan partisipasi internasional, NLS2 dipindahkan ke 21 Maret. Penyesuaian ini memanfaatkan celah kalender Formula 1 antara Grand Prix China dan Jepang.”
Lebih lanjut, NLS menilai bahwa kehadiran pembalap papan atas dunia akan memberikan dampak luas, tidak hanya bagi kompetisi, tetapi juga bagi eksosistem motorsport regional.
“Dengan menyelaraskan jadwal dengan kalender balap internasional, kami memungkinkan pembalap kelas dunia untuk berkompetisi di NLS. Langkah ini meningkatkan jangkauan global kami demi keuntungan semua tim, peserta, dan seluruh kawasan Nürburgring.”
Bagi Verstappen, perubahan ini menjadi langkah konkret pertama menuju realisasi ambisi lamanya di balap ketahanan. Jika terealisasi, partisipasinya di Nürburgring 24 Hours akan menambah dimensi baru dalam kariernya, sekaligus menegaskan fleksibilitas dan ketertarikannya pada disiplin balap di luar Formula 1.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!