MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, menjadi sorotan di Grand Prix Malaysia 2025 setelah didenda €2000 (setara Rp34 juta) karena melanggar aturan restart baru. Insiden ini terjadi selama sesi kualifikasi di Sirkuit Sepang, putaran ke-20 musim MotoGP 2025 yang berlangsung pada 24-26 Oktober 2025. Denda ini menandai kali pertama aturan baru diterapkan, menyoroti tantangan adaptasi pembalap terhadap regulasi ketat.
Pada sesi kualifikasi kedua (Q2) di Sepang, Sabtu, 25 Oktober 2025, Acosta mengalami kecelakaan di Tikungan 1 dengan sisa waktu 2 menit 45 detik. Aturan baru MotoGP, yang diumumkan pada Kamis sebelum balapan, melarang pembalap kembali ke lintasan setelah kecelakaan dalam tiga menit terakhir sesi latihan atau kualifikasi. Meski demikian, Acosta kembali melanjutkan sesi dan berhasil meraih posisi kelima di grid. Panel steward FIM, dipimpin Simon Crafar, memutuskan untuk menjatuhkan denda €2000 (sekitar Rp34 juta dengan kurs Rp17.000 per euro) tanpa penalti olahraga.
Acosta menjelaskan kesulitan mematuhi aturan tersebut dalam situasi darurat. “Saat kecelakaan, hal terakhir yang dipikirkan adalah memeriksa waktu di dasbor,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa marshal mendorongnya untuk kembali ke lintasan, membuatnya sulit untuk menghentikan motor. Meski menerima denda, Acosta tetap optimistis, menyatakan bahwa situasi ini merupakan bagian dari pembelajaran di lintasan.

Meski mendapat denda, Acosta menunjukkan performa impresif di sprint race pada hari yang sama. Pembalap Spanyol ini finis di posisi keempat, kemudian naik ke posisi ketiga setelah Fermin Aldeguer didiskualifikasi karena pelanggaran tekanan ban. Namun, Acosta mengeluhkan degradasi ban pada motor KTM, yang membuatnya kehilangan kecepatan di lap-lap akhir, tertinggal 5,5 detik dari pemenang sprint, Francesco Bagnaia.
Kecelakaan di Q2 menjadi yang ketiga bagi Acosta selama akhir pekan, setelah dua insiden pada latihan hari Jumat. Meski demikian, ia tetap mampu lolos ke Q2 dan menunjukkan daya saing, membuktikan potensinya sebagai salah satu talenta muda MotoGP.
Denda ini menjadi pengingat bagi pembalap untuk lebih memperhatikan aturan baru, terutama dalam situasi kritis seperti kecelakaan. Acosta, yang dikenal mampu memulai kembali motornya dengan cepat, kemungkinan akan lebih berhati-hati di balapan mendatang. Dengan balapan utama pada Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 15:00 waktu lokal, Acosta diharapkan tetap kompetitif meski menghadapi tantangan teknis. Analisis Sportrik menunjukkan bahwa fokus pada manajemen ban dan strategi balapan akan krusial bagi Acosta untuk meraih hasil maksimal di Sepang.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!