Thierry Neuville memasuki Rally Sardinia akhir pekan ini dengan misi jelas: mengakhiri era Rally1 dengan kemenangan. Pebalap Belgia itu telah melalui musim gugur yang sulit, gagal finis di podium sejak Juni lalu di Acropolis Rally Yunani. Penampilan terakhirnya di Chile berakhir tragis setelah ia mengalami kecelakaan hebat.
Namun, Sardinia selalu menjadi tempat istimewa bagi Neuville. Ia telah menang tiga kali di pulau itu, dan trek gravelnya yang menantang justru membangkitkan semangat kompetitifnya. "Target kami jelas – bertarung untuk kemenangan," ujarnya penuh keyakinan. "Ini adalah event yang pernah kami menangkan, jadi semoga kami menemukan apa yang dibutuhkan selama tes pra-event untuk merasa percaya diri dan cepat."
Neuville menyadari tantangan berat yang menanti. "Tantangan terbesar di sini adalah karakteristik lintasannya yang teknis, menuntut, dan tidak memberi ruang untuk kesalahan," jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen ban, terutama dengan cuaca yang diperkirakan lebih sejuk dari biasanya. Rally Sardinia biasanya digelar dalam kondisi musim panas, tetapi edisi kali ini digelar lebih awal, mirip dengan tahun 2020 yang berlangsung pada Oktober.

FIA, badan pengatur motorsport dunia, merespons masalah punctures di Rally Paraguay dengan menambah jumlah pergantian ban yang diizinkan untuk putaran final musim ini. Tujuannya mengurangi dampak ban terhadap hasil akhir, namun jalan berbatu di Sardinia tetap akan menjadi ujian berat. "Manajemen ban akan sangat krusial," tegas Neuville.
Akhir pekan ini juga menandai penampilan terakhir mobil Rally1 generasi saat ini yang sangat bertenaga. "Secara umum, saya pikir mobil-mobil 10 tahun terakhir adalah yang paling kompetitif sepanjang sejarah WRC. Mereka super cepat dan spektakuler, dan saya menikmati berbagai tantangan baik di WRC maupun Rally1," kenang Neuville. "Akan sangat luar biasa menutup era ini dengan kemenangan."
Rally Sardinia dimulai Jumat pagi dengan 17 special stage sepanjang total 307 kilometer. Aksi diawali dengan shakedown pada Kamis pagi. Event yang berakhir Minggu ini juga akan menentukan gelar World Rally Championship di antara para pebalap Toyota: Elfyn Evans, Sami Pajari, dan Oliver Solberg.
Bagi Neuville, ini bukan sekadar balapan penutup. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing di level tertinggi, meski musimnya tidak berjalan mulus. Kemenangan di Sardinia akan menjadi penutup manis untuk era Rally1 dan modal berharga menghadapi musim depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!