Mercedes akhirnya mengungkap kartu asnya. Setelah sekian lama menahan diri, tim asal Brackley itu meluncurkan paket aerodinamika anyar untuk W17 di Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Ini adalah perubahan besar pertama sejak GP Kanada Mei lalu, dan desainnya langsung mencuri perhatian begitu penutup mobil dibuka di pit lane.
W17 sendiri sejatinya sudah menjadi tolok ukur di musim 2026. Unit power Mercedes mendominasi dengan memenangkan 14 dari 15 balapan yang sudah berjalan. Namun, di balik gemilangnya mesin, ada satu kelemahan yang masih mengganjal: performa di tikungan lambat. Keluar dari tikungan lambat, mobil ini kerap kehilangan traksi dibanding rival-rivalnya. Di sinilah upgrade ini memainkan peran kunci.
Desain Sidepod yang Berani
Perubahan paling mencolok terlihat pada area sidepod. Mercedes memilih desain yang benar-benar berbeda, dengan ramp agresif yang diarahkan ke poros belakang. Tujuannya jelas: mengalirkan udara sebanyak mungkin ke bagian belakang mobil tanpa mengganggu keseimbangan keseluruhan. Ini bukan sekadar ubahan kosmetik, melainkan upaya serius untuk memperbaiki karakteristik mobil yang selama ini kurang bersahabat di tikungan lambat.

Menariknya, FIA telah menetapkan akhir pekan di Sepang sebagai Heat Hazard. Suhu di Malaysia memang luar biasa menyengat, dan Mercedes mengantisipasinya dengan modifikasi pada bodywork gills. Ini memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik untuk pendinginan, memastikan mesin dan komponen tetap bekerja optimal meski cuaca ekstrem.
Revisi Lantai Mobil
Bukan hanya sidepod, lantai W17 juga mengalami revisi ekstensif. Perubahan ini bekerja sama dengan konsep aliran udara baru dari sidepod, memungkinkan Mercedes meningkatkan downforce secara keseluruhan tanpa harus mengorbankan efisiensi aerodinamika. Artinya, mobil bisa lebih menempel di aspal tanpa menambah hambatan udara yang biasanya mengurangi kecepatan di trek lurus.
Menurut sumber internal, peningkatan downforce yang dihasilkan bisa mencapai empat persen. Angka yang terbilang signifikan dalam dunia F1, di mana setiap persen sangat berarti. Dengan layout Sepang yang memiliki dua trek lurus panjang dan kompleks tikungan cepat, sirkuit ini menjadi tempat ideal untuk menguji inovasi terbaru Mercedes.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Mercedes tidak puas hanya mengandalkan keunggulan power unit. Mereka ingin memastikan bahwa sasis W17 juga kompetitif di semua jenis tikungan. Jika berhasil, bukan tidak mungkin dominasi mereka di kedua kejuaraan—pembalap dan konstruktor—akan semakin tak terbendung.
Keputusan untuk membawa upgrade besar di pertengahan musim menunjukkan ambisi Mercedes untuk terus berkembang. Tim-tim lain seperti Red Bull dan Ferrari tentu tidak akan tinggal diam. Persaingan di sisa musim ini diprediksi semakin sengit, dan Sepang akan menjadi panggung pertama untuk melihat apakah upgrade ini benar-benar membuahkan hasil.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!